PIO Nas Badan POM Sebagai Narasumber Sosialisasi Pelayanan Informasi Obat di Jakarta Timur

26-10-2011 Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan Dilihat 22923 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Dalam melakukan Pelayanan Informasi Obat, diperlukan kecerdasan dan kejelian pemanfaatan berbagai sumber informasi yang tersedia serta kemampuan membangun jejaring informasi serta akses ke pusat-pusat layanan informasi terkait. Dua program layanan informasi yang dapat diakses langsung oleh masyarakat di Badan POM adalah PIO Nas dan SIKerNas serta perpustakaan Badan POM (konvensional dan elektronik). Pusat Informasi Obat Nasional (PIO Nas), Sentra Informasi Keracunan Nasional (SIKerNas) dan Perpustakaan Badan POM dapat membantu masyarakat dan tenaga kesehatan dalam mencari informasi tentang obat dan hal terkait lainnya.

Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur pada hari Selasa tanggal 25 Oktober 2011 mengundang PIO Nas Badan POM untuk menjadi narasumber dalam forum mengenai Pelayanan Informasi Obat. Acara ini dihadiri oleh Apoteker yang bertugas di Puskesmas seluruh Jakarta Timur yang dikemas dalam bentuk diskusi interaktif bersama narasumber. Selain dari Badan POM, narasumber lain yang hadir adalah dari Rumah Sakit Persahabatan serta dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

Dalam presentasinya, narasumber dari PIO Nas Kepala Bidang Informasi Obat, Irhama Hayati, S.Si, Apt, MTI memaparkan mengenai Layanan yang diberikan oleh PIO Nas. Juga disampaikan mengenai berbagai sumber informasi yang dapat diakses dalam mencari informasi mengenai obat serta bagaimana cara pemanfaatannya. “Selain memberikan layanan informasi obat kepada penanya baik yang datang langsung, telepon, email, faximili, PIO Nas Badan POM juga memanfaatkan website Badan POM untuk memberikan layanan informasi obat. Juga tersedia buku IONI (Informatorium Obat Nasional Indonesia) di website yang merupakan versi elektronik dari buku IONI versi cetak dan dilengkapi dengan fasilitas pencarian yang lebih memudahkan pembaca”, begitu disampaikan oleh Kepala Bidang Informasi Obat. “Apabila kita ingin mencari obat dengan indikasi hipertensi dan efek samping hipotensi misalnya, kita dapat memanfaatkan menu IONI tersebut untuk mencari informasi tentang alternatif pilihan obat atau interaksi diantara obat. Praktis dan tidak menghabiskan banyak waktu”, demikian Kepala Bidang Informasi Obat menambahkan.

Lebih lanjut dijelaskan mengenai Perpustakaan Badan POM yang menyediakan berbagai literatur terkait obat, makanan dan minuman, kosmetika dan obat tradisional dalam bentuk buku, jurnal, CD, e-book, majalah dan sebagainya. Perpustakaan Badan POM juga merupakan Perpustakaan Elektronik yang dapat diakses melalui website Badan POM. Dengan mengakses perpustakaan elektronik Badan POM, pengunjung dapat mengetahui koleksi buku yang tersedia di Badan POM, mengunduh berbagai produk informasi Badan POM, membaca deskripsi buku, kliping, dan sebagainya.

Peserta sangat antusias dengan berbagai penjelasan yang diberikan oleh pembicara, terlihat dari banyaknya pertanyaan dan penyampaian pengalaman selama memberikan layanan informasi obat di Puskesmas masing-masing. Pertanyaan yang diajukan diantaranya mengenai bagaimana cara pengisian form pendaftaran user pada aplikasi IONI, penggunaan zink pada pasien diare, penggunaan dengan pektin dan kaolin, bagaimana cara mendapatkan berbagai produk informasi mengenai obat yang dibuat oleh Badan POM, serta pertanyaan-pertanyaan lainnya. Pertanyaan tentang penggunaan zink pada pasien diare misalnya, penanya menanyakan bahwa dengan dosis lazim yang 15 mg sehari terkadang tidak berhasil mengatasi diare pada pasien tertentu, sedangkan info tentang berapa dosis maksimal yang boleh diberikan kalau ingin dinaikan tidak didapatkan. Menjawab pertanyaan ini narasumber mengingatkan bahwa sebelum memutuskan untuk menaikan dosis maka perlu diperhatikan aspek non terapi karena bisa terjadi kondisi pasien tidak membaik bukan karena obat tidak berkhasiat melainkan karena aspek non terapi seperti diet tidak diperhatikan. Acara diakhiri dengan penyampaian masukan dari peserta yang mengharapkan acara seperti ini diadakan secara rutin dengan tema khusus yang lebih spesifik.

 

Pusat Informasi Obat dan Makanan


Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana