Cibubur – Gerakan Pramuka Indonesia menyelenggarakan kegiatan dalam rangka Peringatan Hari Pramuka Ke-61 yang jatuh pada tanggal 14 Agustus 2022. Pelaksana Tugas Sekretaris Utama BPOM, Rita Endang, mewakili Kepala BPOM RI menghadiri secara langsung Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-61 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur. Bertindak sebagai Pembina Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-61 ialah Ketua Kwatir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Budi Waseso.
Peringatan hari ini sekaligus menjadi momen Pembukaan Jambore Nasional XI Tahun 2022 yang merupakan perkemahan besar Pramuka Penggalang yang dikemas dalam bentuk festival. Kegiatan Jambore Nasional XI diadakan sebagai sarana pendidikan yang mengandung nilai-nilai pendidikan kepramukaan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi guna mewujudkan Pramuka yang Ceria, Berdedikasi, dan Berprestasi.
Pada sambutannya, pembina upacara mengatakan pada tanggal 14 agustus ini Gerakan Pramuka genap berusia 61 tahun, namun gerakan pendidikan kepanduan di Indonesia telah ada sejak tahun 1912. Hal itu berarti sudah 110 tahun gerakan pendidikan kepanduan ada di Indonesia.
“Gerakan Pramuka memang dianggap penting dalam berperan mendidik kaum muda Indonesia, sehingga dapat menjadi manusia-manusia Pancasilais yang berkarakter baik dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, serta siap mengabdi bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara,” ungkap Ketua Kwarnas.
“Itulah sebabnya tema utama peringatan Hari Pramuka ke-61 ini adalah Mengabdi Tanpa Batas, untuk Membangun Ketangguhan Bangsa,” lanjutnya. Budi Waseso juga menyebutkan bahwa upaya membangun ketangguhan bangsa diwujudkan melalui berbagai macam kegiatan serta kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya BPOM.
Kerja sama antara BPOM dan Kwarnas Gerakan Pramuka telah terjalin sejak tahun 2017. BPOM dan Kwarnas Gerakan Pramuka telah menandatangani Nota Kesepahaman tentang Pemberdayaan Potensi Gerakan Pramuka dalam Peningkatan Keamanan Obat dan Makanan. Sejak saat itu, Pramuka telah terlibat dalam kegiatan pemberdayaan yang dilakukan oleh BPOM, seperti Pramuka Sadar Pangan Aman (Pramuka Sapa), Kader Pramuka Peduli Obat dan Pangan Aman, dan pembentukan Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan (SAKA POM).
SAKA POM terbentuk sebagai wadah bagi anggota Pramuka agar aktif, produktif, dan bermanfaat, menanamkan rasa cinta tanah air, dan menumbuhkan sikap sehat baik dan benar dalam pengawasan peredaran obat dan makanan. BPOM bersama SAKA POM aktif memberikan pendidikan dan pelatihan di bidang obat dan makanan bagi anggota Pramuka dalam menyalurkan minat, bakat kemampuan, dan pengalaman dalam bidang pengetahuan dan teknologi serta keterampilan.
Kerja sama tidak hanya terbentuk pada tataran pusat, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka dan Unit Pelaksana Teknis BPOM di seluruh Indonesia juga turut berkolaborasi dalam menyebarkan pengetahuan mengenai obat dan makanan aman bagi masyarakat. Sebagai contoh di daerah Jawa Barat, kerja sama ini menelurkan karya yang bahkan mendapatkan anugerah MURI pada tahun 2021 lalu. Rekor MURI tersebut lahir dari Lomba Film Pendek yang berhasil melahirkan 1.095 film pendek karya Kwartir Cabang di 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Penganugerahan MURI tersebut diserahkan secara langsung oleh pihak MURI kepada Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito dan Ketua Kwarda Pramuka Jawa Barat, Atalia Praratya.
Semoga kerja sama antara BPOM dan Gerakan Pramuka ini akan terus berjalan. Bersama BPOM, para insan Praja Muda Karana akan terus mewujudkan kegiatan positif yang sesuai dengan arti namanya yakni Jiwa Muda yang Suka Berkarya. Pramuka turut ambil bagian dalam berkarya dan berperan dalam mengabdi untuk bangsa melalui kolaborasi pengawasan obat dan makanan di seluruh Indonesia. (HM-Hendriq)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
