Quality Risk Management dan GMP: Syarat Produk Farmasi yang Berkualitas

07-05-2014 Hukmas Dilihat 4316 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Kepala Badan POM, Dr. Roy A Sparringa M.App.Sc membuka 7th Annual Conference ISPE (The International Society For Pharmaceutical Enginnering) Indonesia Affiliate pada 6-7 Mei 2014 di  Jakarta. Tema yang diusung dalam konferensi tahun ini adalah "Quality by Design, How and What to Start". Turut memberikan sambutan pada pertemuan tersebut adalah President ISPE, Nancy Berg dan ISPE Indonesia Affiliate President, Herny Prasetya.

Dalam pengarahannya, Kepala Badan POM menekankan bahwa modernisasi industri dapat dilakukan dengan menerapkan manajemen yang lebih baik melalui quality risk management dan Good Manufacturing Practices (GMP) untuk menghasilkan produk farmasi yang berkualitas. “Kualitas produk terbentuk mulai dari proses awal, karena penekanan sejak proses awal sangat penting sebagai pencegahan pada tahap selanjutnya yaitu tahap produksi. Produk yang diproduksi secara baik dan benar mengikuti Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan quality system, akan menghasilkan produk yang baik”. Demikian disampaikan Kepala Badan POM lebih lanjut.

Selain Badan POM, praktisi farmasi dari Indonesia, Inggris, Australia, dan Jepang juga menjadi pembicara yang menekankan pentingnya quality risk management dan Good Manufacturing Practices (GMP) dalam menghasilkan obat yang berkualitas. HM-06

 

Biro Hukum dan Humas

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana