Badan POM terus berupaya secara aktif melakukan inovasi untuk memperbaiki kinerja pelayanan publik Badan POM. Salah satunya adalah melalui inovasi pengembangan dan penerapan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Ekspor Obat dan Makanan yang diinisiasi oleh Sekretaris Utama Badan POM.
Sudah merupakan keharusan perubahan diawali dari unit pendukung pelayanan publik di Badan POM, dalam hal ini dalam lingkup Kesektamaan. Untuk itu, pada hari Rabu tanggal 1 Juni 2016 dilaksanakan acara Rapat Koordinasi Staf Kesektamaan dengan agenda Internalisasi Change Management dalam mendukung PTSP Ekspor Obat dan Makanan. Acara dipadukan dengan kegiatan munggahan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Pertemuan ini merupakan media internalisasi perubahan manajemen yang perlu dilakukan seluruh jajaran pegawai Badan POM untuk mendukung peningkatan kinerja pelayanan publik di Badan POM. Internalisasi Change Management dalam Mendukung Penerapan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Ekspor Obat dan Makanan Badan POM ini dilakukan terhadap 242 pegawai yang terdiri dari pejabat struktural eselon 2, 3, 4 dan staf biro-biro di bawah Kesektamaan yang mendukung pelayanan publik BPOM, bertempat di Aula Gedung C Badan POM .
Dalam kesempatan ini, Sekretaris Utama menekankan bahwa konsolidasi internal Badan POM perlu diperkuat sehingga dapat tetap menjaga independensi demi menjadi garda terdepan dalam perlindungan masyarakat. Acara-acara yang diadakan di Badan POM, seperti kegiatan munggahan menjelang bulan Ramadhan dapat digunakan sebagai media yang menjembatani komunikasi secara holistik diantara unit-unit sehingga dapat terbentuk satu tim Sektama yang solid, terpadu dan tidak ego sektoral. Pencapaian Badan POM dalam 2 tahun terakhir ini, yaitu opini WTP, SAKIP bernilai B dan indeks RB merupakan kontribusi bersama. Kebersamaan perlu dipupuk mulai dari hal kecil, seperti gotong royong dan koordinasi antar unit dalam melaksanakan suatu kegiatan.
Pemerintah dapat berjalan secara optimal dengan didukung oleh empat faktor, yaitu manajemen SDM, kelembagaan, tata laksana, dan aparatur. Keempat faktor tersebut membentuk pemerintahan yang baik (good governance) yang tercermin dari pelayanan publik yang optimal, akuntabilitas yang terjaga, dan kebijakan yang beriorentasi kepada masyarakat. Sekretaris Utama dalam paparannya menekankan bahwa aparatur menjadi permasalahan sekaligus kunci dalam pemecahan permasalahan sistem dalam penyelenggaraan pemerintahan. Strategi prioritas pelaksanaan manajemen perubahan adalah melakukan revolusi mental aparatur. Faktor kunci keberhasilan change management adalah adanya dukungan dan komitmen anggota tim, dalam hal ini unit eselon 2 di lingkungan Kesektamaan.
Pemaparan Sestama dilanjutkan dengan pernyataan komitmen kepala unit eselon 2, dalam hal ini diwakili oleh Kepala Biro Umum dan Kepala Biro KSLN untuk melakukan Change Management demi perbaikan pelayanan publik. Acara ditutup dengan ceramah, doa bersama dan salam-salaman untuk saling memaafkan. Siraman rohani dalam acara munggahan kali ini mengingatkan untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin menjalani ibadah di bulan Ramadhan, mulai dari niat, persiapkan fisik dan perbaiki ibadah, serta tetapkan target ibadah dengan tidak melupakan tugas utama sebagai aparatur sipil negara Badan POM.
Sestama Badan POM
