Ramadhan sebagai Momentum Baik untuk Pelaksanaan Revolusi Mental secara Paripurna

08-07-2015 Hukmas Dilihat 1661 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Pada tanggal 6 Juli 2015 di Hotel Amaroossa Grande Bekasi dengan dihadiri perwakilan seluruh unit eselon 2 di Pusat dan Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia, Sekretaris utama (Sestama) telah melakukan internalisasi revolusi mental dengan menyampaikan pemaparan bertemakan Revolusi Mental Badan POM dalam Optimalisasi Kinerja Pengawasan Obat dan Makanan, mengingat Bulan Ramadhan merupakan momentum yang baik untuk melaksanakan Revolusi Mental secara paripurna. Dalam kesempatan ini, Sestama mengingatkan bahwa internalisasi revolusi mental sudah mulai dilaksanakan saat Rapat Evaluasi Nasional (REN) 2014 pada 2- 5 Desember tahun 2014 di Bandar Lampung dimana Kepala Badan sebagai pimpinan puncak Badan POM menyampaikan agar dilakukan revolusi mental oleh setiap pegawai Badan POM sebagai ujung tombak birokrasi pemerintahan di bidang pengawasan obat dan makanan.

 

Visi dan misi serta Renstra 2015 – 2019 Badan POM telah mencakup penjabaran dari Revolusi Mental dan Nawacita Presiden Republik Indonesia. Revolusi mental sebagai perubahan mendasar dalam cara berpikir dan cara merasa yang diterjemahkan dalam perilaku dan tindakan nyata keseharian dalam kehidupan di berbagai aspek baik perilaku politik, perilaku ekonomi, perilaku pendidikan, perilaku kerja, dan perilaku sosial kemasyarakatan pada akhirnya akan memberikan efek positif terhadap masyarakat sebagai stakeholder utama BPOM sejalan dengan sasaran utama revolusi mental yakni untuk mengubah mindset dan culture set dari dilayani menjadi melayani. Aparatur Sipil Negara sebagai representasi pemerintahan hadir setiap rakyat membutuhkan sesuai dengan agenda kedua Nawacita.

 

Sestama menyampaikan langkah melakukan revolusi mental perlu dilakukan dengan strategi yang tepat, konsisten, bertahap dan komprehensif melalui instrumen penerapan sistem manajemen SDM aparatur yang berbasis sistem merit, penguatan kepemimpinan pada masing-masing instansi, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, transparansi pengelolaan pelayanan publik, dan penguatan fungsi pengawasan.


Menjalani aktivitas di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, Sestama mengingatkan bahwa revolusi mental harus menjadi komitmen segenap warga Badan POM karena kinerja yang mumpuni akan menghasilkan outcome yang baik untuk Badan POM khususnya dan masyarakat pada umumnya.

 

                                                                                                                                                      Sestama BPOM RI

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana