Rangkaian Peringatan HUT Badan POM RI Ke - 10

31-01-2011 Hukmas Dilihat 4184 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Hukmas

Terkait momentum peringatan Hari Ulang Tahun Badan POM ke-10 tahun 2011, Wakil Presiden RI Prof. Dr. Boediono telah mencanangkan ”Gerakan Menuju Pangan Jajanan Anak Sekolah yang Aman, Bermutu dan Bergizi” dan ”Satuan Tugas Pemberantasan Obat dan Makanan Ilegal” di Istana Wakil Presiden pada Senin 31 Januari 2011. Selain Wakil Presiden, acara juga dihadiri oleh Menteri Kesehatan, Menteri Pemberdayagunaan Perempuan dan PA, Wakil Jaksa Agung, Perwakilan Komisi IX DPR RI, Pimpinan Asosiasi serta undangan lainnya. Sementara undangan dari Badan POM adalah para pejabat Eselon I, II dan Eselon III serta mantan Direktur Jenderal POM, Drs. Sunarto Prawiro dan Mantan Sekretaris Utama, Dra. Mawarwati Djamaludin.
Dalam laporannya yang disampaikan di hadapan Wakil Presiden dan undangan lainnya, Kepala Badan POM RI, Dra. Kustantinah, Apt., M.App.Sc mengatakan bahwa salah satu prioritas pengawasan Badan POM adalah program pengawasan keamanan pangan. Mengingat bahwa anak-anak merupakan kelompok rentan terhadap pangan yang tidak aman, tidak bermutu dan tidak bergizi, maka pangan jajanan anak sekolah (PJAS) menjadi perhatian serius. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Badan POM pada tahun 2008, pangan jajanan ternyata memegang peranan penting dalam memberikan asupan energi dan gizi bagi anak–anak usia sekolah. Hasil pengawasan PJAS oleh Badan POM pada lima tahun terakhir (2006-2010) menunjukkan PJAS yang tidak memenuhi syarat berkisar antara 40%-44%. Ini disebabkan karena PJAS tersebut mengandung bahan berbahaya yang dilarang digunakan untuk pangan seperti formalin, boraks, zat pewarna rhodamin B dan methanyl yellow. Tingkat keamanan PJAS yang masih rendah merupakan masalah serius karena terkait dengan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Sementara itu, hasil pengawasan Badan POM menunjukkan masih ditemukan adanya obat dan makanan ilegal termasuk produk palsu di peredaran. Berbagai kegiatan telah dilakukan sebagai upaya pemberantasan produk obat dan makanan ilegal antara lain Operasi Gabungan Nasional yang dilaksanakan serentak pada waktu yang sama di seluruh Indonesia. Selain itu, secara periodik juga dilakukan Operasi Gabungan Daerah di masing-masing provinsi. Operasi tersebut dilaksanakan secara terpadu melibatkan lintas sektor terkait, yaitu Kepolisian dan Dinas Kesehatan.
Diperlukan dukungan, kerjasama, dan kemitraan dengan seluruh pemangku kepentingan secara terpadu, baik di tingkat pusat maupun di daerah untuk melaksanakan pengawasan di bidang Obat dan Makanan ini, karena Badan PO tidak dapat berperan sebagai single player.
Disamping pencanangan tersebut di atas, rangkaian kegiatan HUT Badan POM ke-10 juga diisi dengan acara antara lain Launching Sistem Notifikasi Kosmetika online (e-notification), Peresmian Sekretariat Satuan Tugas Pemberantasan Obat dan Makanan Ilegal, Program Penanaman Satu Milyar Pohon untuk Dunia yang dilaksanakan oleh Badan POM Pusat dan Daerah, Donor Darah, Lomba Penyusunan Majalah Dinding dan Penulisan Cerita Antar Anak Sekolah Dasar serta Lomba Kantin Sehat Sekolah. Lomba Kantin Sehat Sekolah dilaksanakan bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Nasional, dan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.
Program penanaman satu milyar pohon diawali dengan penanaman pohon oleh Kepala Badan POM di halaman depan kantor Badan POM, dilanjutkan secara berturut-turut oleh Sekretaris Utama serta Deputi II dan Deputi III Badan POM. Hampir secara serentak, Balai Besar/Balai POM (BBPOM/BPOM) di daerah juga melaksanakan kegiatan ini.
Harapan dan doa mengiringi peringatan ulang tahun Badan POM ke-10 ini. Semoga ke depan, Badan POM dapat terus meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat dan melaksanakan tugas pengawasan di bidang Obat dan Makanan. Dirgahayu ke-10 Badan POM!


Biro Hukum dan Humas

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana