Rapat Konsultasi Regional Wilayah Timur
Bertempat di Batu - Malang, Jawa Timur, Badan POM melaksanakan Rapat Konsultasi Regional (Rakonreg) Timur dari tanggal 3-6 Mei 2010. Ketua Panitia Rakonreg, Kepala Balai Besar POM di Surabaya, Bapak Drs Sudiyanto, Apt pada sambutannya menjelaskan seluruh kegiatan selama 4 (empat) hari ini dengan mengambil tema Revitalisasi Pengawasan Obat dan Makanan dalam Rangka Menunjang Program Nasional Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat Indonesia.
Rapat yang dihadiri oleh para pejabat eselon I, Direktur Insert, Direktur Pengawasan, Kepala Pusat, Kepala Biro dan seluruh Kapala Balai Besar/Balai POM di wilayah Indonesia bagian timur ini dibuka secara resmi oleh Kepala Badan POM, Ibu Dra Kustantinah, MAppSc. Kepala Badan POM memberikan arahan perlunya ada profesionalisme dan penempatan SDM dengan kompetensi yang tepat di bidangnya masing-masing dalam rangka optimalisasi pelayanan publik dan menjawab ekspektasi masyarakat kepada Badan POM. Sebagai learning organization Badan POM harus mengantisipasi perubahan isu strategis terkait Pengawasan Obat dan Makanan sesuai dengan Rencana Strategis Kementrian Kesehatan dan Road Map Reformasi Kesehatan Masyarakat 2010-2014 yaitu pembangunan yang pro-rakyat, inklusif, responsif, efektif dan bersih.
Ibu Kustantinah mengingatkan agar Forum Rakonreg ini hendaknya dimanfaatkan untuk menyamakan gerak langkah sehingga rencana kerja yang disusun dapat terarah, sistematis, dan berkesinambungan melaksanakan pengawasan Obat dan Makanan dalam upaya perlindungan kepada masyarakat. Unit di Badan POM melaksanakan fungsinya sebagai fasilisator dengan merumuskan kebijakan operasional dalam bentuk Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria sesuai dengan tuntutan PP No 38 tahun 2007, sedangkan Balai Besar/Balai POM sebagai ujung tombak pelaksanaan pengawasan.
Menjawab Instruksi Presiden no 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional tahun 2010, merupakan momen penting bagi Badan POM untuk menunjukan kinerja dalam rencana aksi “pemeriksaan sarana produksi dan distribusi Obat dan Makanan di seluruh Indonesia” termasuk pengawasan Pangan Jajanan Anak Sekolah. Pelaksanaan Inpres 1 Tahun 2010 tersebut ditekankan pada pencapaian Millenium Development Goals yang menjadi komitmen internasional dengan tetap mengacu kepada pro-rakyat.
Dilanjutkan dengan pemaparan Deputi I, Ibu Dra. Lucky S. Slamet, MSc perihal Perkembangan Situasi Peredaran Produk Terapetik dan NAPZA serta Program / Kegiatan Prioritas Kedeputian I tahun 2011. Selanjutnya Deputi II, Bapak Drs Ruslan Aspan, MM menyajikan presentasi Rencana Kegiatan Penanggulangan Masalah Prioritas POM Tahun 2011 & Rencana Prioritas Sampling Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen. Kemudian Plt Deputi III, Direktur Penilaian Keamanan Pangan, Ibu Dr M. Hayatie Amal, MPH menyampaikan Perkembangan Situasi Peredaran Produk Makanan Serta Rencana Tindak Lanjut pada tahun 2011 – Optimalisasi Pengawasan Kemanan Pangan melalui Kemandirian BB/BPOM dan Peningkatan Kemitraan.
Rakonreg Timur di kota apel dan susu ini merupakan kelanjutan dari kegiatan pembahasan isu strategis yang sebelumnya telah dilakukan pada Rakonreg Barat yang mengambil tempat di Danau Toba - Parapat, Sumatera Utara pada tanggal 12-15 April 2010. Padat nya acara Rakonreg Timur diimbangi dengan tampilan menawan Paduan Suara Panita BBPOM di Surabaya dan indahnya karya foto dari segenap pegawai Badan POM yang dipamerkan pada ruang rapat.
Pusat Informasi Obat dan Makanan
