Reconstructed Human Epidermis (RHE) sebagai Model Uji iritasi Kulit secara In Vitro

12-02-2016 Pusat Riset Obat dan Makanan Dilihat 3219 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Inovasi, inilah kata kunci untuk Pusat Riset Obat dan Makanan, Badan POM yang telah melakukan riset pembuatan Reconstructed Human Epidermis/ RHE) sebagai Model Uji iritasi Kulit secara In Vitro. Riset ini terpilih mendapat penghargaan sebagai salah satu karya inovasi paling prospektif Indonesia untuk tahun 2015 kategori “Kesehatan dan Obat-obatan”, dimuat dalam buku “107 Inovasi Indonesia, Prospektif 2015” yang diterbitkan oleh Business Innovation Center (BIC) hasil kerja sama dengan Pusat Inovasi – LIPI yang didukung oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

 

Karya inovasi ini merupakan hasil seleksi berlapis yang telah melibatkan 34 orang juri dan 11 peninjau ahli (expert reviewer) dari tokoh-tokoh senior bisnis dan kewirausahaan  Indonesia, dengan menggunakan 8 kriteria penilaian: keaslian ide, kesulitan ditiru, penerimaan oleh konsumen, nilai tambah bagi pemakai, potensi pengembangan, scalabilities, resiko investasi, serta resiko bisnis.

 

RHE merupakan rekontruksi epidermis manusia yang dikultur sedemikian rupa secara in vitro hingga terbentuk lapisan bertingkat epidermis manusia yang memiliki karakteristik histologis in vivo. Desain RHE secara keseluruhan meniru sifat biokimia dan fisiologis epidermis kulit manusia. RHE dapat digunakan untuk identifikasi bahan kimia iritan sesuai dengan Globally Harmonized System of Classification and Labelling (GHS) kategori 2. Keunggulan pengujian toksisitas secara in vitro antara lain mudah dilakukan, waktunya lebih singkat dengan biaya yang relatif lebih murah serta dapat menghindari penggunaan hewan coba dan tidak memerlukan instrumen canggih. Metode ini diharapkan nantinya dapat dilakukan di Balai POM seluruh Indonesia untuk evaluasi toksisitas / uji iritasi kulit, misalnya untuk produk kosmetik yang telah beredar dipasaran.

 

Selamat berinovasi!

 

 

 

Pusat Riset Obat dan Makanan

 

 



Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana