Resmikan Pusat Penelitian Tanaman Rempah Indonesia, Bangkitkan Kembali Kejayaan Warisan Budaya Indonesia

22-12-2022 Kerjasama dan Humas Dilihat 1176 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Semarang - Indonesia sejak dulu terkenal dengan kekayaan alam dan keragaman hayati berupa rempah. Sumber rempah menjadikan negara kepulauan ini sebagai tujuan para pedagang dan perjalanan bangsa-bangsa dari Eropa. Komoditas rempah digunakan untuk berbagai produk, seperti jamu, obat herbal, kuliner, dan lain sebagainya. Rempah juga merupakan komoditas yang paling dicari di pasar global bahan alam. Seiring dengan semakin meningkatnya permintaan masyarakat, obat bahan alam, termasuk rempah-rempah, memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Pemanfaatan potensi ini perlu dikawal sejak pengembangan skala penelitian hingga hilirisasi menjadi produk komersial agar dapat memenuhi kebutuhan obat bahan alam yang semakin meningkat.

 

Dalam upaya membangkitkan kembali kejayaan rempah-rempah Indonesia, Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito hadir meresmikan Pusat Laboratorium Penelitian Rempah Indonesia di Semarang, Kamis (22/12/2022). Turut hadir dalam peresmian ini adalah Ketua Persatuan Purnawirawan TNI-AD Letjen TNI, Doni Monardo; Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo; Direktur PT Sido Muncul, Irwan Hidayat; para akademisi, dan stakeholder terkait.

 

Pusat Penelitian Tanaman Rempah Indonesia ini dibangun dengan inisiasi dari PT Sido Muncul dalam mengembangkan dan melestarikan rempah dan jamu Indonesia. Pusat Penelitian ini merupakan perjuangan dari PT Sido Muncul dalam mengembalikan kejayaan rempah Indonesia. Pada masa kolonial, rempah pernah dianggap “emas” berharga bagi para penjajah. Inisiasi ini sebagai langkah untuk mempopulerkan kembali rempah di Indonesia dan memulai penelitian mengenai tanaman rempah, untuk selanjutnya akan dilakukan pembaharuan/inovasi dan pengembangan. “Dengan berdirinya Pusat Penelitian Tanaman Rempah Indonesia, ini dapat membuka peluang lebih luas dalam penelitian keanekaragaman rempah dan tanaman obat sebagai bahan baku obat bahan alam yang berkualitas, bermanfaat, dan bernilai ekonomi tinggi,” ucap Kepala BPOM dalam sambutannya.

 

Fasilitas ini merupakan wujud nyata komitmen pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis berorientasi riset. Selain tentunya untuk mendukung Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan. Penny K. Lukito menyampaikan, BPOM berkomitmen mendukung pengembangan obat bahan alam melalui inovasi kebijakan dan regulasi. Langkah ini merupakan pengembangan program strategis dari hulu ke hilir bersama seluruh lintas sektor terkait. Ia juga menekankan perlu adanya kolaborasi sinergis multihelix dalam hal budidaya bahan alam, penelitian, dan pengembangan. Hilirisasi/komersialisasi obat bahan alam juga termasuk dalam kerangka kolaborasi ini guna menghasilkan produk yang memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu untuk diserap pasar.

 

BPOM terus memberikan pendampingan, asistensi, dan fasilitasi pada riset-riset obat bahan alam. Pendampingan juga diberikan untuk pengembangan industri ekstrak bahan alam serta industri manufaktur, dukungan terhadap UMKM Obat Tradisional, juga penggalian kearifan lokal di seluruh Indonesia. Kolaborasi dengan berbagai kementerian/lembaga/pemerintah daerah terkait, serta berbagai pihak ditujukan untuk mendorong pengembangan obat bahan alam. Hal ini untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan dengan memanfaatkan produk dalam negeri.

 

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Sido Muncul, Irwan Hidayat menyatakan siap untuk memanfaatkan bahan baku unggul yang dihasilkan sebagai upaya mengembalikan kejayaan rempah Indonesia di masa lalu. “Hasil akhir bahan baku unggul ini nantinya tidak hanya digunakan dalam menunjang kepastian kualitas bahan baku produksi, namun juga untuk kontribusi perusahaan dalam memajukan penelitian tanaman rempah Indonesia agar dapat menjadi unggulan dunia,” ujar Irwan. Irwan juga menegaskan komitmennya memperluas market Sido Muncul untuk memulai bisnis makanan, yaitu penyedap makanan yang berasal dari rempah-rempah. Langkah ini dilakukan dengan menggandeng lembaga riset penelitian agar pangan rempah tersebut dapat bersaing di pasar global.

 

Doni Monardo juga menyampaikan bahwa sebagai purnawirawan, ia mendukung Sido Muncul untuk masuk ke bisnis rempah dan mendorong untuk terus melaksanakan berbagai kerja sama. Tidak hanya di Jawa Tengah, namun juga di wilayah-wilayah lain di Indonesia. Upaya peresmian fasilitas penelitian rempah ini diharapkan dapat menjadi pionir kemajuan rempah di Indonesia. “Karena rempah ini, saya yakin Indonesia sejahtera,” pungkas Doni. (HM-Rizky)

 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana