Revolusi Mental Optimalkan Kinerja Biro Umum

07-08-2015 Biro Umum Dilihat 2076 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Kepala Biro Umum, Ema Setyawati dengan semangat menjelaskan Revolusi Mental bagi Aparatur Sipil Negara dapat diterjemahkan sebagai Reformasi Birokrasi yaitu mengubah sifat birokrat dari ingin dilayani menjadi melayani. Bertempat di Aula Gedung C Badan POM, Jakarta pada 7 Agustus 2015 mengingatkan seluruh pegawai Biro Umum agar tidak melupakan bahwa pelanggan Biro Umum selain pihak eksternal, terutama juga pihak internal.

 

Contoh-contoh praktek pelayanan publik yang buruk sebagai dampak feodalisme: (a) Pelanggan membayar untuk mempercepat antrian; Mempersulit prosedur pelayanan  seperti ungkapan : “Jika bisa dipersulit mengapa dipermudah"; Meminta kelengkapan berkas berulang-ulang (ketidakjelasan prosedur pelayanan); “Ping-pong” pelanggan (ketidakjelasan petugas yang melayani). Visi Presiden Jokowi, Mental Birokrat harus berubah Meninggalkan Mental Feodalisme. Disampaikan juga sasaran Revolusi Mental ASN hadir sebagai perwakilan pemerintah setiap rakyat membutuhkan dan pelayanan publik bukan saja di Gedung B (Registrasi) Badan POM tetapi di setiap area pelayanan.

 

Makna dari perubahan yang mendasar ini memiliki arti positif dan merupakan gerakan yang cepat yaitu suatu perubahan yang cepat dari cara, perilaku dan tindakan yang kurang baik atau salah menuju cara, perilaku dan tindakan yang baik atau benar. Sehingga, perlu sekali mindset diubah:

  1. Cara berfikir dan perilaku ingin dilayani menjadi mau melayani;
  2. Cara berfikir dan berperilaku tidak/kurang produktif menjadi produktif;
  3. Cara berfikir dan perilaku koruptif menjadi tidak koruptif,

 

Sehingga akan tumbuh dan berkembang perilaku bekerja dengan etos kerja yang baik dengan ukuran dan target kinerja yang jelas; bersih yaitu tidak melakukan perbuatan yang mengandung unsur Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN); profesional dalam melayani yaitu mampu memberikan pelayanan sesuai standar pelayanan yang baik kepada masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.

 

Harapan Kepala Biro Umum agar indikator Revolusi Mental di Biro Umum (level organisasi): Pegawai BPOM berkinerja baik, kompeten, Disipin ditegakkan, dengan target kinerja 100 %, kualitas pekerjaan 100 %. Penerapan Revolusi Mental yaitu pada level individu, harus ada perubahan dari diri sendiri ke arah yang lebih baik, MULAI SEKARANG. Contoh perubahan mulai dari kecil: Tidak telat atau cepat pulang;  Mengambil jam istirahat terlalu lama (lebih dari 45 menit, kecuali hari Jumat); Efektif menyelesaikan pekerjaan, efisien waktu.

 

 

Biro Umum

 



Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana