Salah Satu Target Pengawasan Makanan Takjil Adalah Pasar
Suasana lobby Pasar Tebet Barat Jumat sore, 26 Juni 2015 tampak sedikit berbeda. Ada meja yang memajang berbagai sampel makanan sebelum pintu masuk pasar. Rata-rata pengunjung pasar berhenti sejenak untuk melihat makanan yang dipajang. Bahkan tak jarang mereka menghabiskan waktu beberapa menit untuk mengamati makanan tersebut. "Yang ini adalah contoh makanan mengandung pewarna tekstil Bu, biasanya warnanya cerah dan mencolok. Kalau yang ini mengandung formalin", jelas salah seorang petugas Balai Besar POM (BBPOM) di Jakarta.
Ya, sore ini Tim BBPOM di Jakarta sengaja mengunjungi Pasar Tebet Barat untuk melakukan pengawasan makanan berbuka puasa yang kini marak dijual di pasar-pasar tradisional dan pasar modern, sebagai bagian dari intensifikasi pengawasan pangan selama Ramadhan dan jelang Idul Fitri 1436H.
Sekitar pukul 15.45 WIB, Kepala Badan POM, Roy Sparringa tiba di pelataran parkir Pasar Tebet Barat dan langsung turun ke pasar untuk mengetahui apakah masih ada makanan yang mengandung bahan berbahaya dijual di pasar. Bersama Kepala BBPOM di Jakarta, Roy berkeliling pasar dan di salah satu pedagang jajanan Beliau berhenti. Setelah mengamati beberapa saat, Roy mengambil dan membeli asinan berisi mi, sayuran, dan kerupuk. Beranjak ke pedagang selanjutnya Beliau membeli makanan berbahan dasar tahu. Setidaknya empat pedagang disinggahi Roy sebelum keluar area pasar untuk membeli cendol di salah satu pedagang.
"Beberapa makanan yang tadi diambil adalah yang dicurigai mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, atau pewarna tekstil", jelas Roy kepada media yang turut hadir di Pasar Tebet. "Untuk memastikan apakah kecurigaan itu benar, mari kita uji di Mobil Laboratorium Keliling Badan POM menggunakan Rapid Test Kit", lanjutnya.
Tak memerlukan waktu lama, petugas BBPOM di Jakarta selesai menguji sampel makanan tersebut dan tercatat beberapa makanan positif mengandung bahan berbahaya diantaranya kerupuk mi positif mengandung boraks, mi dalam asinan positif mengandung borkas dan formalin, serta cendol mengandung methanyl yellow.
"Ternyata masih ada makanan mengandung bahan berbahaya yang dijual di Pasar Tebet Barat ini. Ibu-ibu yang biasa berbelanja disini harus lebih cermat dan kritis memilih dan membeli makanan", ujar Roy kepada para pengunjung pasar. "Namun jangan khawatir, Badan POM bersama Pemerintah DKI Jakarta akan terus bersinergi melakukan pengawasan termasuk makanan. Hasil temuan ini akan disampaikan kepada pengurus Pasar Tebet Barat", lanjutnya. Pasar Tebet Barat merupakan salah satu Percontohan Pasar Aman dari Bahan Berbahaya, untuk itu pihak pasar Tebet Barat berjanji akan lebih tegas terhadap pedagang yang masih menjual makanan mengandung bahan berbahaya. "Mengatasi permasalahan penyalahgunaan bahan berbahaya pada pangan, harus menyentuh akar masalahnya, mengawasi peredaran bahan berbahaya, telusuri pasokan hulunya, menindak pelakunya dan mengedukasi masyarakat", tutup Roy. HM-05
Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
