Jakarta - Kepala BPOM Taruna Ikrar menerima kunjungan National Center for Global Health and Medicine-Academic Research Organization Alliance for Southeast and East Asia (NCGM-ARISE). Delegasi terdiri dari Head of Pharmaceutical and Medical Devices Agency (PMDA) Asia Office Jun Kitahara, ARISE Secretary General Daisuke Tokita, ARISE Coordinator Sifa Muchanga, Public Relations Officer Tsukumi Tondokoro, dan ARISE Liaison Officer for Indonesia Marlinang Siburian. Dialog dipandu oleh Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Noorman Effendi.
“ARISE dibentuk untuk memastikan dan menjaga integritas, keamanan, etik, dan kualitas uji klinik, dengan berkolaborasi dengan industri. Juga berpartisipasi dalam melaksanakan uji klinik, serta memastikan penerapan kapasitas bagi sumber daya uji klinik,” ujar Daisuke Tokita menjelaskan mengenai ARISE.
Daisuke menambahkan, ARISE memiliki beragam aktivitas, di antaranya konsultasi uji klinik, International Infectious Disease Forum (IIDF), pertemuan reguler, pengembangan kapasitas, serta penerjemahan competency framework for clinical research profesional dalam 5 bahasa, termasuk bahasa Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Sifa Muchanga juga memaparkan tentang jejaring ARISE yang saat ini telah dibangun di beberapa negara, yaitu Jepang, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Indonesia. “Di Indonesia, ARISE telah menjalin kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan Mochtar Riady Institute for Nanotechnology, Universitas Pelita Harapan,” sebut Sifa.
Kepala BPOM menyambut baik kunjungan dan rencana kolaborasi dengan ARISE. “Saat ini, kami sedang menghadapi tantangan terkait antimicrobial resistance (AMR) dan jumlah uji klinik di Indonesia yang masih terbatas. BPOM akan mempercepat akses obat inovasi sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto kepada BPOM,” papar Taruna Ikrar.
Perwakilan ARISE menanggapi hal tersebut dengan positif. ARISE bahkan menawarkan potensi kerja sama yang komprehensif dengan BPOM, sebagaimana hubungan yang telah terjalin antara ARISE dengan Universitas Indonesia dan Universitas Pelita Harapan.
Selanjutnya, kedua belah pihak akan mengidentifikasi beberapa area potensial untuk kolaborasi dalam hal penelitian penyakit infeksi. Fokus kolaborasi khususnya terkait resistansi antimikroba, pengembangan kapasitas, dan transfer teknologi.
“BPOM sebagai organisasi yang sangat strategis di Indonesia bertanggung jawab pada semua perizinan terkait obat dan makanan di bawah BPOM, termasuk uji klinik dan ekspor-impor obat atau sejenisnya,” pungkas Taruna. (HM-Rizky)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
