Jakarta – The 1st Meeting of the Heads of National Medicine Regulatory Authorities (NMRAs) from the Organization of Islamic Cooperation (OIC) Member States baru saja dimulai pagi ini di Jakarta. Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito memberikan sambutan hangat kepada para tamu delegasi negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dalam Jamuan Makan Malam. Para tamu diajak menikmati budaya nusantara dalam suasana santai dan penuh keakraban di salah satu hotel ibukota, (21/11).
Di tengah jadwal rapat yang ketat, para delegasi berkumpul malam ini untuk melakukan percakapan dengan lebih santai, saling mengenal lebih dekat, dan menikmati makanan dalam suasana hangat penuh keakraban. "Saya ingin menyambut anda dengan hangat di Indonesia, sebuah negara dengan populasi lebih dari 266 juta. Sebuah negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, sebuah negara dengan karakter dan budaya yang beragam, namun demokratis dan stabil secara politik, dan negara terbesar di Asia Tenggara dengan pertumbuhan ekonomi lebih dari 5%," tutur Penny K. Lukito sembari tersenyum.
Malam ini, para delegasi dipertontonkan pertunjukan tari tradisional Aceh yang syarat dengan nilai-nilai Islam. Selain itu mereka juga diperkenalkan dengan alat musik angklung khas Jawa Barat. Para tamu terlihat antusias belajar memainkan angklung. Di akhir acara para delegasi diajak bermain angklung untuk mengiringi beberapa lagu yang dipandu oleh Saung Angklung Mang Ujo.
Para delegasi tampak menikmati kehangatan gala dinner malam ini. "We had a good evening of gala dinner. I particularly appreciated the traditional dance from your country and especially the rhythm of your traditional musical instrument called ANGKLUNG". Demikian disampaikan pimpinan delegasi Togo.
Kedatangan delegasi dari 32 negara anggota OKI yang terdiri Kepala Otoritas Regulatori Obat Negara Anggota OKI, Sekretariat OKI, mitra pembangunan internasional (WHO, UNICEF, IDB), serta asosiasi industri farmasi dan vaksin Negara Anggota OKI untuk membahas pengembangan industri farmasi dan vaksin di negara Anggota OKI. "Pertemuan pertama ini adalah cerminan nyata dari dukungan penuh kami terhadap kemandirian obat dan vaksin di negara Anggota OKI," lanjutnya.
Kondisi mortalitas dan morbiditas yang tinggi di banyak negara anggota OKI karena sejumlah negara masih terpengaruh konflik, kekerasan dan kemiskinan, serta beban penyakit yang tinggi, kapasitas produksi yang rendah dan akses terbatas membuat pertemuan ini sangat penting. Selain itu ketersediaan obat-obat esensial juga masih menjadi tantangan, termasuk produk obat dan vaksin halal sangat penting dan merupakan bagian integral dari ketaatan beragama bagi umat Muslim.
Kepala BPOM mengakui beberapa masalah di bidang farmasi yang ada dapat diberikan solusi dan rekomendasi selama pertemuan ini. "Saya percaya dengan semangat solidaritas dan nilai-nilai Islam, kita dapat mencapai tujuan bersama dalam membangun kemandirian obat dan vaksin di negara anggota OKI," ucapnya optimis.
Selain dari pertemuan resmi, delegasi akan diundang untuk mengunjungi beberapa tempat pembuatan obat dan vaksin, yang berlokasi di area Jakarta dan Bandung, Jawa Barat. Peserta juga akan berwisata ke Taman Mini Indonesia Indah, "Ini adalah miniatur Indonesia, yang mencerminkan kekayaan warisan budaya nusantara dalam bentuk tampilan arsitektur rumah dan kostum tradisional serta flora dan fauna dari 33 provinsi. Hanya dalam satu hari, anda dapat menjelajahi keragaman Indonesia di TMII," tutupnya. (HM-Fathan)
Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan
