Sambut KTT ASEAN ke-42, BPOM Revitalisasi Pengawalan Keamanan Pangan Presiden, Wakil Presiden, dan Tamu Negara

08-05-2023 Kerjasama dan Humas Dilihat 394 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Semarang – Di awal bulan Mei ini BPOM menyelenggarakan kegiatan rapat internal terkait revitalisasi pengawalan keamanan pangan kepala negara dan tamu negara. Kegiatan ini untuk mendukung persiapan BPOM menjelang perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang akan diselenggarakan dua kali di Indonesia, yaitu KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo pada tanggal 9-11 Mei 2023 dan KTT ASEAN ke-43 di Jakarta pada tanggal 5-7 September 2023.

Pertemuan diselenggarakan secara hybrid dengan dihadiri peserta luring dari beberapa Pejabat Eselon I, Pejabat Eselon II, dan Kepala Balai POM di Kupang serta Kepala Loka POM di Kab. Manggarai Barat sebagai kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) terdekat dari venue kegiatan KTT ASEAN. Sementara peserta daring yang hadir adalah petugas inspeksi dari seluruh UPT BPOM di Indonesia.

Sebagai otoritas keamanan pangan di Indonesia, BPOM memiliki tanggung jawab, salah satunya mengawal keamanan pangan kepala negara dan tamu penting negara. Dukungan BPOM dalam menyambut KTT ASEAN yang dipaparkan dalam pertemuan ini, antara lain dengan mengadakan seminar pada tanggal 3 Mei 2023 secara online dengan tema "UMKM Camp", pelaksanaan inspeksi dan stikerisasi Komitmen Keamanan Pangan pada ritel modern dan toko oleh-oleh, kitchen inspection di hotel lokasi acara, serta sampling dan pengujian cepat terhadap produk akhir yang dihidangkan untuk kepala negara dan tamu negara.

Hal lain yang dibahas adalah terkait kerja sama BPOM dengan pemerintah daerah Kab. Manggarai Barat sebagai tuan rumah KTT ASEAN pertama. Kepala Loka POM di Kab. Manggarai Barat menyatakan bahwa sudah terjalin kerja sama yang baik antara Loka POM di Kab. Manggarai Barat dengan Pemerintah Daerah Kab. Manggarai Barat untuk mendukung proses pengawalan keamanan pangan pada perhelatan tersebut. 

Terkait hal ini, BPOM telah memiliki Pedoman Pengawalan Keamanan Pangan Presiden, Wakil Presiden, dan Tamu Negara. Namun seiring perkembangan dan kemajuan keamanan pangan, pedoman tersebut perlu dilakukan evaluasi, pemutakhiran, dan revisi yang masuk dalam topik pembahasan dalam rapat ini. 

“Pedoman ini perlu diselesaikan dengan segera agar pengawalan keamanan pangan kepala negara dan tamu negara dapat dilakukan dengan komprehensif," tutur Kepala BPOM ketika memimpin rapat. Tantangan tersebut langsung dijawab oleh Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan yang menyatakan bahwa Pedoman akan segera selesai di awal semester ke-2 tahun 2023.

Selain pembahasan tersebut, juga dilakukan sharing session dari Kepala Balai Besar POM di Denpasar yang telah sukses mengawal food security pada event Presidensi G20 Indonesia tahun 2022. Harapannya, pengalaman yang disampaikan akan dapat menjadi referensi untuk membantu pelaksanaan petugas food security KTT ASEAN 2023 di Labuan Bajo pada tanggal 9-11 Mei 2023.

Rapat ditutup dengan pesan dari Kepala BPOM agar petugas pengawalan dapat bertugas dengan profesional dan berintegritas. "Petugas BPOM diharapkan untuk profesional dan memastikan untuk menjaga kerahasiaan hasil uji," pungkasnya. (HM-Zein)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana