Seminar dan Sosialisasi IONI di BBPOM Makasar

27-07-2010 Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan Dilihat 2397 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Pengawasan obat dan makanan yang dilakukan oleh masyarakat sangat berperan penting dalam mendukung sistem pengawasan obat dan makanan secara keseluruhan. Untuk itu, Badan POM berkewajiban untuk terus melaksanakan kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada masyarakat.
Pusat Informasi Obat dan Makanan (PIOM) Badan POM RI merupakan salah satu unit teknis di Badan POM yang secara tupoksi memiliki tugas pokok melakukan KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) kepada masyarakat yang terkait dengan informasi Obat dan Makanan yang beredar di Indonesia.
Dalam rangka mengimplementasikan tupoksinya tersebut, Bidang Informasi Obat PIOM Badan POM dengan layanan informasi obat-nya yang lebih dikenal dengan PIONas (Pusat Informasi Obat Nasional) baru-baru ini telah melakukan seminar setengah hari di Makassar dengan tema “Pentingnya Rujukan Informasi Obat Yang Terpercaya Untuk Tenaga Kesehatan Di Indonesia”. Seminar dilaksanakan di Hotel Losari Metro Makassar dengan peserta seminar terdiri dari para tenaga kesehatan yang berada di kota Makassar antara lain dokter, apoteker, asisten apoteker, perawat, tenaga kesehatan lainnya diantaranya dari RSU Dr. Wahidin, RS Bhayangkara, RS Akademisi, Universitas Pancasakti, Universitas Muslimin Indonesia, Universitas Indonesia Timur serta dihadiri juga oleh staf BaLai Besar POM di Makassar.

Selain seminar dilakukan juga bimbingan teknis Layanan Informasi Obat, Pengenalan dan pengintegrasian data buku Perpustakaan Badan POM di Balai Besar POM di Makassar dari tanggal 13-15 Juli 2010, dengan kegiatan antara lain: pengenalan dan pemanfaatan Perpustakaan Elektronik Badan POM terintegrasi ke seluruh unit teknis Badan POM dan keseluruh Balai Besar POM/Balai POM di Indonesia serta pemasukan data pustaka milik Balai Besar POM di Makassar ke dalam aplikasi perpustakaan Badan POM yang akan ditampilkan dalam website Badan POM yang dibimbing oleh Yulinar, SKM, MSi.

Sosialisasi buku IONI dibuka oleh Kepala Balai Besar POM di Makassar, Drs. Maringan Silitonga, Apt,MKes, dan pada sambutannya menyampaikan bahwa Sosialisasi buku IONI ini diperlukan karena pentingnya ada suatu rujukan informasi obat yang terpercaya untuk tenaga kesehatan di Indonesia. Disebabkan karena Badan POM melakukan pengawasan SisPOM tiga lapis yaitu pengawasan lapis pertama oleh produsen melalui pelaksanaan cara-cara produksi yang baik agar setiap bentuk penyimpanan dari standar mutu dapat dideteksi sejak awal, dan bertanggungjawab atas mutu dan keamanan produk yang dihasilkannya. Pengawasan lapis kedua oleh masyarakat/konsumen melalui peningkatan kesadaran dan peningkatan pengetahuan mengenai kualitas produk yang digunakannya dan cara-cara penggunaan produk yang rasional, pengawasan oleh masyarakat sangat penting dilakukan karena pada akhirnya masyarakatlah yang mengambil keputusan untuk membeli dan menggunakan suatu produk. Pengawasan lapis ketiga oleh Pemerintah/Badan POM melalui pengaturan dan standardisasi, penilaian keamanan, khasiat dan mutu produk sebelum diijinkan beredar di Indonesia.

Untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat konsumen terhadap mutu, khasiat dan keamanan produk obat yang telah memberikan manfaat yang luar biasa terhadap peningkatan status kesehatan masyarakat, menurunkan angka pesakitan dan angka kematian. Sejalan dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan di bidang obat, maka perkembangan obat menjadi sangat pesat dan telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam perbaikan pelayanan kesehatan di banyak Negara termasuk Indonesia. Selain itu obat juga dapat menimbulkan berbagai hal yang tidak diinginkan, berbagai efek samping dapat timbul, belum lagi pemberian obat dapat menjadi sia-sia sehingga biaya yang dikeluarkan menjadi terbuang percuma. Oleh karena itu, obat harus digunakan dengan tepat sehingga dapat diperoleh manfaat yang maksimal dengan resiko yang seminimal mungkin.

Hasil yang diharapkan dari seminar ini adalah:

  1. Meningkatnya wawasan tenaga kesehatan mengenai pemilihan rujukan informasi obat yang terpercaya.

  2. Tersebarnya informasi mengenai tersedianya buku IONI di pasaran yang merupakan buku yang berisi informasi obat yang akurat, tidak bias, serta ringkas dan mudah untuk digunakan sebagai referensi oleh tenaga kesehatan.

  3. Buku IONI menjadi rujukan Nasional bagi tenaga kesehatan untuk informasi terkait obat.

Pada kesempatan ini juga diserahkan buku IONI tahun 2008 kepada Balai Besar POM di Makassar.

Sebagai narasumber dalam seminar setengah hari ini adalah para praktisi layanan informasi obat PIO Nas Badan POM RI yang juga merupakan anggota tim penyusun buku IONI 2008 yaitu Dra. Tri Asti Isnariani, Apt, MPharm dan Sandhyani Elismethia Damayanti, S.Si, Apt.

Pusat Informasi Obat dan Makanan

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana