Jakarta - Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito membuka secara resmi seminar side event pertemuan otoritas obat nasional negara anggota OKI yang mengambil tema "Peluang dan Tantangan Pasar Produk Kesehatan di Negara Anggota OKI", Selasa (20/11) di Jakarta.
Dalam sambutannya, Kepala BPOM menyampaikan bahwa kegiatan seminar ini merupakan forum untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan diantara regulator dan pelaku usaha tentang isu-isu seperti kemandirian produksi obat, obat halal, dan obat masa depan. "Seminar ini juga dirancang untuk memfasilitasi diskusi interaktif untuk mengekstrak kebutuhan dan peluang nyata menuju rezim baru untuk industri farmasi di negara anggota OKI," ujar Penny K. Lukito.
Pentingnya kemampuan industri farmasi untuk memproduksi obat-obatan yang aman, berkhasiat dan berkualitas serta vaksin untuk semua, adalah salah satu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang akan dicapai pada tahun 2030. "Dengan meningkatnya harga obat-obatan baru, sistem kesehatan menghadapi tekanan yang meningkat untuk dapat menyediakan akses penuh dan terjangkau untuk perawatan kesehatan bagi semua," jelas Kepala BPOM. "Menyediakan akses untuk obat-obatan esensial dan vaksin berkualitas baik, aman, dan berkhasiat yang terjangkau merupakan masalah global yang harus kita tangani." tambahnya.
Beberapa tantangan umum yang dihadapi saat ini adalah masalah kekurangan obat-obatan esensial dan vaksin, seiring dengan meningkatnya jumlah produk obat yang tidak memenuhi standar dan dipalsukan yang menimbulkan risiko serius dan tidak dapat diterima untuk keselamatan kesehatan masyarakat.
Pemerintah dan industri farmasi memainkan peran mendasar dalam memastikan akses obat dan vaksin yang aman, berkhasiat dan berkualitas untuk melindungi kesehatan masyarakat. Peran mendasar berlaku di semua tahap rantai nilai farmasi, dari penelitian, pengembangan, produksi, distribusi, hingga penggunaan obat oleh pasien.
Seminar ini menghadirkan pembicara dan panelis yang berpengetahuan dan berpengalaman dari Indonesia, WHO dan tiga negara OKI yaitu Arab Saudi, Nigeria, dan Malaysia. (HM-Ludy)
Biro Humas dan Dukungan Strategis Pimpinan
