Jakarta - Kepala Badan POM, Penny K. Lukito beserta jajaran menerima audiensi Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional (GP Jamu) serta Asosiasi Pengusaha Suplemen Kesehatan Indonesia (APSKI) di Kantor Badan POM, Selasa (14/05). Pertemuan lintas sektor ini merupakan suatu bentuk keterbukaan Badan POM dalam menyerap aspirasi asosiasi pelaku usaha guna meningkatkan daya saing produk Jamu dan Suplemen Kesehatan di pasaran.
Kedua asosiasi ini memberikan berbagai masukan untuk Badan POM mulai dari proses registrasi produk sampai dengan permohonan dukungan pengembangan Jamu dan Suplemen Kesehatan. Mengingat pangsa pasar kedua produk ini sangat besar di Indonesia yang memiliki jumlah penduduk ratusan juta jiwa, sehingga perlu peran pemerintah selaku regulator dalam memfasilitasi pengembangan produk ini.
Merespon hal ini, Kepala Badan POM menyambut positif masukan sebagai upaya perbaikan untuk meningkatkan kinerja pengawasan sekaligus mendukung pengembangan produk nasional. Perempuan yang mengaku suka minum jamu sejak kecil ini, sangat konsen untuk mengembangkan produk jamu mendunia. Dia mencontohkan produk herbal ginseng asal China bisa dikenal luas. "Indonesia dengan kekayaan alamnya sebagai bahan herbal tentu bisa lebih dari itu," ucapnya.
Sementara itu, pengembangan Suplemen Kesehatan juga sangat penting di tengah gaya hidup yang semakin dinamis. Suplemen Kesehatan bisa menjadi pilihan seseorang untuk memperoleh asupan tambahan guna menjaga kondisi kesehatan tubuhnya di tengah rutinitas yang padat. Bahkan beberapa negara maju telah meneliti penggunaan Suplemen Kesehatan berpengaruh terhadap menurunnya biaya pengobatan.
Untuk memfasilitasi ini, Badan POM telah dan akan terus meninjau kembali peraturan dan standar yang ada dengan berbagai ahli di bidangnya. Termasuk prosedur registrasi, jika bisa disederhanakan, maka akan dilakukan debirokratisasi dan deregulasi untuk mempercepat proses perizinan, sehingga produk nasional bisa cepat beredar di pasaran. "Meski demikian faktor keamanan, khasiat, dan mutu suatu produk harus tetap menjadi prioritas," tegas Kepala Badan POM.
Berbagai program strategis untuk akselerasi pengembangan produk obat herbal, fitofarmaka, dan jamu juga terus didorong. Badan POM juga ikut mengampanyekan penggunaan produk yang aman, terutama produk jamu kepada generasi milenial. Badan POM berharap peran serta asosiasi pelaku usaha untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing industrinya.
Di akhir kegiatan, Pengurus GP Jamu dan APSKI menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja sama serta perubahan signifikan yang dihadirkan Badan POM dalam mendukung pelaku usaha untuk meningkatkan pengembangan produknya mulai dari tahap produksi sampai memperoleh izin edar. (HM-Fathan)
Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan
