Sinergisme Badan POM dan Pemerintah Provinsi Bali Ciptakan Pertahanan di Masa Pandemi

12-06-2020 Kerjasama dan Humas Dilihat 2289 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Denpasar – Pandemi COVID-19 memberikan dampak perlemahan ekonomi pada pelaku industri di Indonesia terutama Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Penanganan permasalahan akibat COVID-19, termasuk di bidang ekonomi memerlukan peran serta semua pihak. Penguatan sinergisme antara pusat dan daerah menjadi kunci untuk terus mendukung daya saing produk nasional agar bisa bertahan di masa pandemi ini. Hadir di Pulau Dewata, Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito melakukan kunjungan kerja sekaligus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam upaya pengawasan Obat dan Makanan serta mendukung pengembangan industri lokal di Bali.

 

“Saat ini kita sedang berperang menghadapi pandemi COVID-19. Kita belum bisa keluar dari peperangan, namun kita harus terus melihat ke depan dan berkontribusi sesuai dengan kapasitas yang bisa kita lakukan,” tegas Kepala Badan POM memberikan motivasi kepada seluruh pegawai di Balai Besar POM di Denpasar, Jum’at (12/06).

 

“Pengujian melalui Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan salah satu bentuk keterlibatan Badan POM dalam upaya menghadapi masa pandemi ini. Oleh karena itu, kedatangan saya ke Bali salah satunya untuk menyiapkan laboratorium di Balai Besar POM di Denpasar agar dapat segera mampu melakukan pengujian spesimen COVID-19,” lanjutnya.

 

Kepala Badan POM juga menjelaskan bahwa masa pandemi ini belum dapat dipastikan kapan akan berakhir, sementara obat dan vaksin juga masih dikembangkan. Upaya terbaik yang dapat dilakukan selain pengujian yaitu memperkuat kerja sama dan dukungan kepada Pemerintah Daerah dalam mengembangkan kapasitas dan fasilitasi UMKM di bidang obat, obat tradisional (jamu), kosmetik, dan pangan. Pada akhirnya, upaya ini dapat meningkatkan daya saing UMKM dan pelaku industri untuk mampu berkompetisi dengan produk sejenis dari negara lain dan memperbaiki perekonomian Indonesia.

 

Sehari sebelum kegiatan di Balai Besar POM di Denpasar, Kepala Badan POM juga menemui Gubernur Bali, Wayan Koster. Pertemuan ini merupakan ajang silaturahmi dan juga penyampaian apresiasi atas pelaksanaan dan implementasi Kesepakatan Bersama antara Badan POM dengan Pemerintah Provinsi Bali serta pemerintah Kabupaten/Kota, yang hingga kini masih terus berproses.

 

Kepala Badan POM menyampaikan bahwa saat ini tantangan pengawasan Obat dan Makanan semakin berat, sementara sumber daya yang dimiliki terbatas. Untuk itu, perlu adanya peningkatan koordinasi terkait pembinaan dan pengawasan Obat dan Makanan di daerah oleh Badan POM dan Kepala Daerah sesuai dengan kewenangannya masing-masing.

 

Saat ini Badan POM telah memiliki kantor Badan POM di Kabupaten Buleleng dengan cakupan wilayah pengawasan Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Jembrana. “Kami harapkan keberadaan Kantor Badan POM baru di Provinsi Bali ini mampu meningkatkan sinergi dalam memperluas jangkauan pengawasan Obat dan Makanan hingga daerah terpencil sehingga masyarakat semakin terlindungi,” jelas Kepala Badan POM.

 

Adanya sinergisme antara Badan POM dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam dukungannya terhadap UMKM diharapkan dapat mewujudkan peningkatan pemahaman pelaku usaha terhadap regulasi dan penerapannya dapat mendorong terciptanya produk yang berkualitas dan berdaya saing untuk dapat masuk ke pasar internasional. (HM Devi)

 

Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana