Pemerintah menyatakan akan membantu mempermudah UMKM dalam melakukan perdagangan ke luar negeri untuk meningkatkan ekspor nasional. Sinergi dari berbagai pihak tentunya amat diperlukan untuk meningkatkan peranan ekspor Indonesia dalam perdagangan dunia. Sinergi tersebut diharapkan bukan hanya berkutat pada lembaga dan institusi pemerintah, melainkan dengan melibatkan dunia usaha. Apalagi dengan adanya perkembangan teknologi digital, sinergi tersebut tentunya dapat lebih kuat.
Dalam sambutannya Menko Perekonomian Darmin Nasution mengapresiasi keberanian untuk menyelenggarakan acara bertajuk Indonesia Incorporated Eksport. Hal tersebut karena secara konsep mudah dibicarakan, tetapi memerlukan sinergi dari banyak pihak baik pemerintah dan pelaku usaha. Menko Perekonomian juga menyatakan perlunya menjadikan potensi ekspor sebagai salah satu prioritas. Selain itu, pemerintah akan terus memperhatikan dan membangun e-commerce dan financial technology (fintech). “Ini semua ke depan pasti akan semakin kuat peranannya,” lanjutnya.
Kepala BPOM juga menyatakan komitmennya untuk membantu dan menjadikan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mampu berdaya saing untuk ekspor. Layanan ekspor melalui Surat ketetangan Ekspor (SKE) merupakan akses pasar, bukan kewajiban untuk ekspor, diberikan jika dibutuhkan oleh negara tujuan ekspor/buyer. Dalam kesempatan tersebut Kepala BPOM, Penny K. Lukito menyampaikan terobosan yang telah dilakukan oleh Badan POM antara lain penurunan waktu penerbitan surat keterangan ekspor, elektronisasi pengurusan izin berbasis web. Selain itu juga disediakan export consultation desk yaitu layanan berbasis website dengan tujuan memberikan layanan informasi, konsultasi terkait persyaratan di negara tujuan ekspor, potensi pasar sehingga menjadi penambah daya saing serta nilai tambah ekspor.
Turut Hadir dalam acara ini antara lain Kepala Badan POM RI, Direktur Jendral Bea dan Cukai Bapak, Kepala Pengelola Portal INSW, Pejabat setingkat eselon satu dan dua di K/L, Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg Jerman Bambang Jaka Setiawan, serta Pendiri dan Pimpinan Javara Heliyanti Hilman. Heliyanti menyampaikan apresiasi karena rensponsif nya Badan POM mendukung ekspor pangan UMKM.
Sebagai rangkaian acara, ada pula penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Sarinah dengan pengusaha dari Saudi Arabia (Al Burhan Trading Company atau Burhan Hotels Group) untuk membuka retail produk di Makkah.
Pusat Informasi Obat dan Makanan
