Sosialisasi Buku IONI 2008 di Padang

28-07-2010 Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan Dilihat 2486 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (Badan POM RI) secara terus menerus melakukan kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk tenaga kesehatan. Salah satu kegiatan dalam rangka melakukan fungsi KIE tersebut, Balai Besar POM di Padang bekerjasama dengan Pusat Informasi Obat Nasional (PIO Nas) Badan POM menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Buku IONI 2008.

Kegiatan ini diadakan pada hari Rabu, 16 Juni 2010, dalam bentuk seminar setengah hari, bertempat di Hotel Pangeran City Padang. Seminar dihadiri oleh peserta dari Balai Besar POM di Padang dan tenaga kesehatan yang terdiri dari apoteker, dokter dan perawat dari Rumah Sakit, Apotek, Puskesmas, Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Barat, dan Dinas Kesehatan Kota Padang.

Seminar dibuka oleh Plh Kepala Balai Besar POM di Padang. Dalam naskah sambutannya, disebutkan bahwa Balai Besar POM di Padang mengharapkan agar buku IONI 2008 dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh tenaga kesehatan baik di Balai Besar POM di Padang maupun tenaga kesehatan di luar Balai Besar POM dalam memberikan layanan informasi obat dan/atau mencari rujukan literatur tentang informasi obat yang terdaftar di Indonesia.

Materi seminar disampaikan oleh narasumber dari PIO Nas Badan POM, yaitu Irhama Hayati, SSi, Apt, MTI dan Eriana Kartika Asri, SSi, Apt. Topik yang disampaikan oleh pembicara pertama adalah ”Layanan Informasi Obat”, sedangkan pembicara kedua menyampaikan materi ”IONI sebagai sumber informasi obat yang objektif, valid dan terkini dan Pemanfaatannya dalam Layanan Informasi Obat”. Dalam paparan pada topik pertama, pembicara menyampaikan perlunya informasi dan edukasi obat baik kepada pasien maupun tenaga kesehatan mengingat pesatnya perkembangan di bidang obat, serta mengingat bahwa adanya hak terhadap informasi yang diamanatkan oleh Undang Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Narasumber juga memperkenalkan adanya Pusat Informasi Obat Nasional Badan POM (PIO Nas Badan POM) yang dapat dimanfaatkan sebagai layanan informasi obat secara maksimal oleh tenaga kesehatan di seluruh Indonesia. PIO Nas dapat dihubungi melalui telepon, sms, fax, email atau datang langsung ke ruang konsultasi obat PIO Nas yang terletak di JL. Percetakan Negara 23 Jakarta Pusat, telepon 021-4259945, HP 0812.1899.530, Fax; 021-42889117, email: informasi@pom.go.id.

Pada materi mengenai IONI, pembicara yang juga terlibat langsung dalam penyusunan buku IONI 2008 ini menyampaikan bahwa buku IONI 2008 perlu dijadikan rujukan bagi semua tenaga kesehatan di Indonesia dalam mendapatkan informasi obat yang obyektif, valid dan terkini. Berbagai informasi obat yang sering dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan maupun pelayanan kefarmasian, dapat ditemukan dalam buku ini. Penyajian informasi di bagian utama dari buku ini yang terbagi berdasarkan kelas terapi, mempermudah pengguna dalam menerapkan informasi obat yang tersedia. Selain itu, terdapat juga informasi obat yang tersedia dalam lampiran seperti interaksi obat, obat pada kehamilan dan sebagainya, yang sering dibutuhkan dalam praktek pelayanan kefarmasian. Selanjutnya, pembicara, yang juga merupakan petugas PIO Nas, berbagi pengalaman dengan peserta dalam melakukan pemanfaatan buku IONI 2008 yang selama ini dilakukan oleh petugas PIO Nas dalam melakukan kegiatan layanan informasi obat. Beberapa kasus permintaan informasi obat diungkapkan dalam sesi ini yang mendapat perhatian penuh dari peserta.

Acara diskusi yang dipandu oleh moderator Drs. M. Syahrial, Apt. (Kepala Seksi Layanan Informasi Konsumen, Balai Besar POM di Padang), berjalan dengan penuh peran aktif dari peserta seminar. Sesi ini diantaranya membahas cara mendapatkan buku IONI, cara mengakses buku IONI melalui website Badan POM, serta cara mendapatkan kiriman produk informasi secara rutin dari Badan POM seperti buletin, InfoPOM, leaflet, dan sebagainya. Hal lain yang terungkap juga adalah perlunya pembinaan sejawat apoteker agar dapat meng-update pengetahuan sesuai perkembangan informasi terbaru.

Tanggapan dari narasumber menjelaskan bahwa Buku IONI 2008 sudah tersedia di toko-toko buku dan juga bisa didapatkan melalui Balai Besar POM di Padang. Versi online juga dapat diakses melalui website Badan POM (versi 2000). Sedangkan untuk pengiriman produk informasi dapat dilakukan dengan mengirimkan surat permohonan kepada Kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan. Terkait dengan pembinaan apoteker, PIO Nas berkontribusi dalam kegiatan pelatihan yang dilakukan oleh Ikatan apoteker Indonesia (IAI) dan organisasi lain serta melayani bila ada permintaan tertulis dari pihak yang meminta.

Selain itu, terdapat pertanyaan mengenai penggunaan antibiotik kuinolon yaitu siprofloksasin pada anak. Sejauh pengetahuan penanya, siprofloksasin tidak boleh digunakan untuk anak di bawah 12 tahun, tapi saat ini mulai banyak dokter meresepkan. Apakah memang ada hasil penelitian terbaru mengenai hal ini. Pertanyaan ini dijawab oleh narasumber, bahwa Badan POM sendiri telah mengizinkan penggunaan siprofloksasin untuk anak. Hal ini terdapat dalam buku IONI 2008, yang mencantumkan dosis siprofloksasin untuk anak mulai 5 tahun berdasarkan indikasi masing-masing.

PIO Nas Badan POM ini didukung pula oleh Perpustakaan Badan POM yang menyediakan koleksi pustaka tambahan yang diperlukan juga dalam melakukan layanan informasi obat. Katalog koleksi Perpustakaan Badan POM ini dapat diakses melalui aplikasi electronic library melalui www.pom.go.id lalu memilih subsite Perpustakaan.

Acara yang berlangsung di Hotel Pangeran City ini juga diliput oleh wartawan dari berbagai media, salah satu beritanya dimuat di media www.minangkabauonline.com dan mendapat rating pembaca cukup banyak pekan ini. Hal ini merupakan fakta besarnya minat dan kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang terkait dengan obat dan kesehatan pada umumnya.

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana