Badan POM sebagai salah satu K/L yang ikut terintegrasi dalam INSW ikut berperan aktif dalam upaya meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Kegiatan sosialisasi perkembangan penerapan INSW yang dilaksanakan di Medan, 16 Juni 2016 menghadirkan Narasumber dari Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Badan POM, Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan dan Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian.
Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan dari instansi teknis dan pemerintahan daerah dari pelabuhan/ bandara di pulau Sumatera yang telah mandatory INSW, seperti Bandara Kuala Namu, Pelabuhan Dumai, Belawan, Palembang dan Bandar Lampung.
Sosialisasi yang dipimpin oleh Bapak Muwasiq M Noor selaku Deputi Bidang Pengembangan dan Operasional Sistem PP INSW menegaskan “Sistem INSW diarahkan untuk mempercepat proses penyelesaian kepabeanan (customs clearance) dan pelepasan cargo (cargo release) sehingga berkontribusi dalam percepatan dwelling time”
Kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan, Ibu Rita Endang, yang hadir mewakili Badan POM turut memberikan materi “Layanan Inovasi Badan POM Importasi dan Eksportasi”. Dalam pemaparannnya Ibu Rita Endang menyatakan Badan POM akan terus melakukan inovasi guna memberikan pelayanan publik yang efisien dan efektif guna meningkatkan daya saing bangsa terutama terhadap obat dan makanan. Seperti diketahui Badan POM telah menghasilkan beberapa inovasi unggulan diantaranya yang terbaru adalah SKI Prioritas. Pemberian SKI Prioritas diharapkan dapat menurunkan waktu dwelling time sehingga arus barang dan waktu tunggu menjadi lebih pendek lagi. Kegiatan sosialisasi INSW di Medan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosialisasi INSW di tiga kota. Selain Medan, sosialisasi juga akan diselenggarakan di Makasar dan Semarang. (F-01)
Pusat Informasi Obat dan Makanan
