Bekasi - BPOM melalui Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik mengadakan kegiatan Coaching Clinic dalam bentuk Webinar Series pada Senin (26/09/2022). Tema yang diangkat dalam webinar kali ini adalah TAGLINE: Strategi Promosi yang Kreatif, Representatif, dan Efektif.
Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pelaku usaha, asosiasi, agensi iklan, hingga akademisi. Juga diikuti oleh lebih dari 500 peserta, yang sebagian besar merupakan pelaku usaha di seluruh Indonesia, mulai dari sektor industri hingga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Direktur Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, Dwiana Andayani, yang mewakili Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM. Dalam sambutannya, Deputi menitikberatkan pada perkembangan media massa dan bentuk promosi iklan yang semakin meningkat, khususnya di media digital.
“Diharapkan melalui kegiatan webinar ini, pelaku usaha dapat terus berinovasi dalam melakukan promosi melalui penggunaan tagline, sehingga produk dapat mudah dikenal dan diterima oleh masyarakat luas,” ujar Dwiana saat membacakan sambutan Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik.
Materi yang disampaikan memuat aspek regulasi iklan, tips, serta sharing session terkait pembuatan tagline promosi yang sesuai ketentuan. Materi-materi tersebut disampaikan oleh narasumber dari perwakilan asosiasi Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) dan perwakilan perusahaan.
Dalam materi paparannya, Dwiana Andayani menyatakan bahwa iklan harus mengacu pada tiga prinsip, yaitu lengkap, objektif, dan tidak menyesatkan. Hal tersebut sejalan dengan penjelasan narasumber dari Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I), Dr. Hery Margono. Menurut Hery, fakta yang tidak sesuai pada konten iklan dapat membahayakan, sehingga dibutuhkan pengawasan yang optimal untuk melindungi kesehatan masyarakat. Selain itu, Hery juga menyampaikan materi terkait etika periklanan sebagai acuan pembuatan iklan yang baik dan sesuai ketentuan.
“Sebelum membuat tagline, ada baiknya menentukan terlebih dulu tagline insight, termasuk ekspektasi yang diinginkan dari tagline tersebut, sehingga kebutuhan dan harapan pelaku periklanan dapat tercapai,” ujarnya.
Pada sesi terakhir dari webinar ini, Brand Manager Kalbe Consumer Health, Henrietta Chrissel ikut memaparkan bahwa media iklan berupa campaign menjadi salah satu wadah yang tepat dalam membuat brand agar sesuai dengan target konsumen. “Tidak hanya itu, sifat konsisten dalam melakukan promosi menjadi hal yang membuat konsumen juga menjadi mudah mengingat brand tersebut. Tentu saja dengan tidak mengabaikan ketentuan yang berlaku,” tukas Henrietta. (Dit. Reg OTSKKos)
