"Aduh, ini obatnya kok tidak mujarab, sudah hampir habis, penyakitnya kok masih bertahan. Tampaknya aku harus beli obat paten saja, biar mahal pasti lebih berkualitas", gerutu seorang pasien yang sudah lima hari ini menderita sakit dan belum kunjung sembuh.
Keluhan ini seakan mewakili sebagian masyarakat kita. Paradigma di masyarakat, tentang kualitas obat paten melebihi obat generik memang sudah mendarah daging. Meskipun sesungguhnya pandangan itu tidak benar karena obat paten dan obat generik itu mempunyai kualitas dan khasiat yang sama.
Sesungguhnya ada berbagai hal yang sering sekali diabaikan oleh seorang penderita sakit mengenai obat yang mereka konsumsi. Padahal pernak-pernik yang tampaknya sepele itu sangat menunjang kemanjuran obat yang dikonsumsi. Bisa saja suatu obat kurang berhasiat karena waktu mengkonsumsinya tidak pas. Atau mungkin ketika mengkonsumsi obat tersebut bersamaan dengan makanan atau minuman yang dapat mengurangi khasiat atau bahkan berakibat fatal bagi sisakit.
Berdasarkan pendatan ada sekitar 17% penderita sakit harus masuk IGD dan dirawat dan 50% pasien harus balik kembali karena ketidakpatuhan ketika mengkonsumsi obat.
Untuk keamanan dan kesembuhan, sebelum mengkonsumsi obat sebaiknya kita memang tidak segan menggali informasi tentang obat tersebut. Informasi itu dapat kita peroleh pada dokter yang memberikan resep atau pada apoteker di apotik tempat kita membeli resep tersebut.
Ada beberapa hal penting yang seharusnya kita tanyakan kepada apoteker sebelum mengkonsumsi obat. Antara lain :
Keluhan ini seakan mewakili sebagian masyarakat kita. Paradigma di masyarakat, tentang kualitas obat paten melebihi obat generik memang sudah mendarah daging. Meskipun sesungguhnya pandangan itu tidak benar karena obat paten dan obat generik itu mempunyai kualitas dan khasiat yang sama.
Sesungguhnya ada berbagai hal yang sering sekali diabaikan oleh seorang penderita sakit mengenai obat yang mereka konsumsi. Padahal pernak-pernik yang tampaknya sepele itu sangat menunjang kemanjuran obat yang dikonsumsi. Bisa saja suatu obat kurang berhasiat karena waktu mengkonsumsinya tidak pas. Atau mungkin ketika mengkonsumsi obat tersebut bersamaan dengan makanan atau minuman yang dapat mengurangi khasiat atau bahkan berakibat fatal bagi sisakit.
Berdasarkan pendatan ada sekitar 17% penderita sakit harus masuk IGD dan dirawat dan 50% pasien harus balik kembali karena ketidakpatuhan ketika mengkonsumsi obat.
Untuk keamanan dan kesembuhan, sebelum mengkonsumsi obat sebaiknya kita memang tidak segan menggali informasi tentang obat tersebut. Informasi itu dapat kita peroleh pada dokter yang memberikan resep atau pada apoteker di apotik tempat kita membeli resep tersebut.
Ada beberapa hal penting yang seharusnya kita tanyakan kepada apoteker sebelum mengkonsumsi obat. Antara lain :
- Jenis Obat :
Tanyakan kepada apoteker jenis obat yang akan dibeli. Tanyakan juga obat generiknya yang sama kualitasnya dengan harga yang lebih ekonomis untuk menghemat - Waktu Mengkonsumsi :
Tanyakanlah sejelas-jelasnya kepada apoteker tentang waktu yang dianjurkan dalam mengkonsumsi obat yang kita beli. Misalnya, sebelum makan atau sesudah makan; sebelum tidur atau pada waktu mau tidur; pagi, siang atau sore. - Interaksi Obat dan Makanan :
Interaksi antara obat dan makanan dapat membuat suatu jenis obat kurang kemanjurannya atau bahkan mengakibatkan efek samping yang serius. Karena itu sebelum mengkonsumsi obat, tanyakanlah kepada apoteker tentang jenis makanan yang dipantangkan ketika anda mengkonsumsi obat yang anda beli.
Obat memang tidak selamanya harus dibeli di apotek. ada beberapa jenis obat yang dapat kita beli di Toko Obat Berizin yang tersedia asisten apotekernya ataupun warung yang dekat dengan permukiman. Pembelian obat di tempat-tempat tersebut hendaknya disesuaikan dengan golongan obat yang kita butuhkan.
- Obat yang dapat diperoleh tanpa resep dokter, terdiri dari :
- Obat Bebas, bercirikan :

i. Bertanda lingkaran berwarna hijau dengan garis tepi berwarna hitam
ii. Dapat diperoleh di semua outlet - Obat Bebas Terbatas :

i. Bertanda lingkaran berwarna biru dengan garis tepi berwarna hitam
ii. Jenis obat ini hanya boleh dijual di apotek dan toko obat berijin. - Obat yang hanya dapat diperoleh dengan resep dokter (Obat Keras/Ethical)
- Bertanda lingkaran bulat merah dengan garis tepi berwarna hitam, dengan huruf K ditengah yang menyentuh garis tepi.
- Obat ini hanya boleh dijual di apotek
![]() |
Ciri-cirinya adalah :
|
Tips Membeli Obat Dengan Bijak
|
|
Anda Memerlukan informasi obat ? |

