Teknologi dan Sumber Daya Manusia, Fokus Utama BPOM 2019

15-01-2019 Kerjasama dan Humas Dilihat 2492 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

 

Jakarta - Membuka lembar baru 2019, Plt. Deputi I Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif BPOM RI menyelenggarakan dialog dengan Kepala BPOM RI di Gedung F Barat Lantai 6 BPOM. Acara dihadiri oleh seluruh jajaran Kedeputian I. Dengan semangat baru, Plt. Deputi I siap membawa keberagaman ide dari lintas generasi untuk meraih impian dan capaian baru di tahun 2019.

 

"Telah banyak capaian yang kita peroleh selama tahun 2018 yang menegaskan makin kuatnya peran BPOM," ujar Kepala BPOM, Penny K. Lukito saat menyampaikan sambutannya. Capaian tersebut antara lain di bidang pelayanan publik dan pendampingan kepada industri.

 

Di bidang pelayanan publik, BPOM berkomitmen mempermudah proses pendaftaran sepanjang tahun 2018. Direktorat Standardisasi dan Direktorat Registrasi telah membawa banyak perubahan melalui efisiensi dan deregulasi di tahun 2018. Pendampingan pada industri obat juga terus dilakukan. Hal ini salah satunya ditunjukkan dengan diselenggarakannya konsorsium vaksin dan produk darah. BPOM berkomitmen untuk melakukan pendampingan di seluruh life cycle produk. Keberpihakan BPOM untuk mendorong industri yang menjadi prioritas ke depan khususnya produk vaksin, dibuktikan dengan diselenggarakannya pertemuan OKI yang melahirkan Deklarasi Jakarta. Kepala BPOM menginstruksikan untuk terus menyelenggarakan inisiatif forum nasional dan internasional yang diinisiasi oleh BPOM.

 

Capaian 2018 tersebut perlu didukung oleh penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan diwujudkan pada tahun 2019 melalui beberapa langkah. “Sebagai langkah pertama, saya mendukung seluruh staf BPOM untuk mengambil Pendidikan S2 dan S3 supaya posisi strategis dapat makin diperkuat," imbau Kepala BPOM. Langkah kedua, Kepala BPOM menegaskan perlunya dibuat konsep baru untuk mereka yang baru selesai studi lanjutan dan pelatihan untuk dapat berbagi dalam forum internal BPOM. “Berbagi pengalaman dan pelatihan akan memperkuat BPOM dengan berbagai keahlian baru,” tegasnya.

 

Penguatan SDM ini erat kaitannya dengan makin pentingnya pengelolaan data obat dan makanan. Kepala BPOM menegaskan pentingnya integrasi data untuk memperkuat pengawasan. “Saya berharap setiap data di BPOM dapat terintegrasi. Data pre-market dan post-market di tahun ini harus dapat terintegrasi supaya makin memperkuat pengawasan kita," harapnya.

 

Dalam forum ini, masing-masing Direktur menyampaikan berbagai ide inovatif dan strategis untuk BPOM. Berbagai ide dan langkah strategis berorientasi pada makin dekatnya BPOM dengan pelaku usaha dan masyarakat. Pemanfaatan teknologi menjadi target BPOM di tahun 2019, antara lain melalui 2D barcode.

 

Generasi milenial Kedeputian I menyampaikan ide inovatif untuk mengembangkan perubahan di internal BPOM, seperti ramah lingkungan, pelayanan publik yang makin berorientasi pada kenyamanan pelanggan, hingga workspace sebagai gaya baru dalam bekerja yang akan difasilitasi dengan gedung baru BPOM. (HM-Khairul)

 

Biro Humas dan Dukungan Strategis Pimpinan

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana