Indonesia merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia. Konsumsi tempe di Indonesia telah mencapai 8,5 kg per kapita per tahun dan tempe juga memiliki peluang ekspor yang semakin besar.
Berdasarkan hal inilah, Kepala Badan POM, Roy Sparringa bersama dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert O. Blake, Jr., dan Walikota Bogor, Bima Arya pada Selasa, 29 April 2014 meresmikan Rumah Tempe Indonesia (RTI) sebagai pusat inovasi pengembangan tempe dan produk olahannya.
RTI merupakan tempat percontohan praktek pembuatan tempe secara higienis bagi para perajin tempe tradisional. RTI telah mendapatkan sertifikat HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) sebagai bukti penerapan GMP (Good Manufacturing Practices) secara menyeluruh.
Dalam sambutannya, Pak Roy menyambut baik peresmian serta kunjungan Duta Besar AS untuk Indonesia ke RTI ini, dan mengharapkan RTI dapat tumbuh besar serta mampu menjadi role model bagi pengusaha tempe lainnya. Badan POM pun siap mendukung langkah RTI dalam membangun industri tempe yang berdaya saing, bermutu dan siap menghadapi persaingan pasar global. Sehingga suatu saat nanti dapat dikatakan bahwa Tempe : from Indonesia for the World.
Pada kesempatan yang sama, Robert Blake menyampaikan harapannya agar RTI dan Forum Tempe Indonesia (FTI) dapat menjaga kualitas produksi tempe agar lebih aman, sehat dan higienis, sehingga menjadi penganan yang berkualitas. Bima Arya pun mengapresiasi kegiatan ini dan mengharapkan dari kunjungan tersebut dapat terjalin kerja sama yang lebih kuat di antara dua negara.
Biro Hukum dan Humas
