Tetap Memproduksi, Tetap mendistribusikan di Masa Pandemi

03-06-2020 Kerjasama dan Humas Dilihat 3355 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Jakarta - Badan POM hadir sebagai salah satu narasumber talkshow bertajuk Food Safety di Masa Adaptasi Pandemi Jadi Kunci Penanganan COVID-19, Rabu (03/06) yang diselenggarakan di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hadir sebagai narasumber adalah Direktur Keamanan Pangan Risiko Tinggi dan Teknologi Baru Ema Setiawati serta perwakilan dari Gofood dan UNICEF Indonesia.

 

Dalam materinya, Ema menyampaikan bahwa pangan disebut aman jika bebas dari cemaran biologi, kimia, dan fisika. Beliau juga menekankan bahwa pengawasan di semua lini menjadi penting, mulai proses produksi, kemudian ke proses distribusi, hingga sampai di tangan masyarakat.

 

Untuk memastikan agar rantai penyebaran virus COVID-19 tidak meluas, Badan POM membutuhkan kerja sama dari berbagai lintas sektor. “Badan POM telah merilis buku Pedoman Produksi Dan Distribusi Pangan Olahan Pada Masa Status Darurat Kesehatan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Indonesia dan Tips Keamanan Pangan Edisi Ramadhan + Tips Khusus Mencegah COVID-19 pada 30 April lalu,” ujarnya. Untuk memastikan informasi dua buku tersebut sampai ke masyarakat, Badan POM juga menyelenggarakan berbagai pertemuan virtual untuk sosialisasi.

 

Lintas sektor mendukung langkah Badan POM untuk menjaga keamanan pangan. Perwakilan dari Gofood menyampaikan bahwa mereka terus mengedukasi secara rutin mitra mereka sesuai dengan panduan dari Badan POM. Lebih lanjut, edukasi ini dilakukan baik secara online (melalui media sosial dan email), maupun offline (komunitas). Panduan dari Badan POM juga dikemas dengan inovasi yang dibuat oleh perusahaan.

 

Pentingnya menjaga keamanan pangan bukan hanya disebabkan oleh pandemi, tapi karena sejak pra pandemi status gizi di Indonesia perlu mendapatkan perhatian. Perwakilan UNICEF menyampaikan bahwa 1 dari 3 balita di Indonesia mengalami stunting. Pandemi bisa menaikkan jumlah tersebut. Karena itu mendapatkan perhatian. Dengan demikian pedoman untuk layanan gizi menjadi penting. (HM-Khairul)

 

Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana