Jakarta – BPOM bersama Gabungan Perusahaan Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) menggelar peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia (World Food Safety Day) 2024, di One Satrio, Jakarta pada Kamis (4/7/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat, bukan hanya untuk memilih makanan yang aman, tetapi juga untuk memilih makanan yang lebih sehat dan sasaran jangka panjangnya mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Rangkaian kegiatan World Food Safety Day 2024 terdiri dari talkshow, food expo, live cooking, dan music performance. Acara dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPOM RI L Rizka Andalusia yang menyoroti pergeseran business burden dalam hal kesehatan masyarakat. Sebelumnya kasus kesehatan masyarakat yang lebih banyak terjadi adalah penyakit menular, namun kini bergeser menjadi penyakit tidak menular (PTM), seperti kardiovaskuler (penyakit jantung) dan diabetes melitus.
“Kita semua tahu bahwa salah satu penyebab meningkatnya PTM adalah pangan yang tidak aman. Dari bahan tambahan pangan (BTP) yang tidak aman, bersifat karsinogenik, yang membahayakan dan tidak sesuai ketentuan, sampai dengan kandungan BTP yang tidak sehat, seperti gula, garam, dan lemak (GGL) dengan kadar yang tinggi,” jelasnya.
Oleh karena itu, Rizka Andalusia mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk bergandengan tangan mewujudkan keamanan pangan demi membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Masyarakat dapat berperan melalui pemilihan makanan yang aman melalui izin edar BPOM. Selain itu, masyarakat juga harus mulai mengonsumsi makanan yang sehat dengan mengurangi kandungan GGL dalam makanan yang dikonsumsi.
Sedangkan untuk pelaku usaha, Rizka mengingatkan mengenai batasan kandungan gula pada produk pangan olahan. “Kita harus mulai menyehatkan masyarakat kita. Mulai dari bayi baru lahir, tidak dicekoki susu formula yang mengandung gula. Kami akan sangat keras untuk menghilangkan kandungan gula dari susu-susu formula dan mereduksi kandungan gula pada pangan olahan,” tegasnya.
Senada dengan Plt. Kepala BPOM, Sekretaris Jenderal GAPMMI Indrayana menyampaikan bahwa kolaborasi dengan BPOM dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi public private partnership antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Khususnya dalam penyediaan pangan yang aman, bergizi, dan terjangkau untuk membantu mewujudkan masyarakat yang aktif dan sehat.
Setelah sesi pembukaan, sesi talkshow yang menghadirkan Plt. Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Ema Setyawati dan influencer gen Z Nadila Wantari menyuguhkan diskusi yang menarik. Ema menyayangkan adanya fenomena cuci darah yang mulai banyak dirasakan generasi muda akibat konsumsi gula berlebihan. “Kita bisa membatasi konsumsi GGL dengan rumus 4-1-5: gula 4 sendok makan; garam 1 sendok teh; dan lemak 5 sendok makan,” terang Ema Setyawati.
Sementara Nadila berpesan kepada generasinya, yaitu gen Z, yang memiliki kebiasaan minum kopi agar tetap memperhatikan asupan air mineral hariannya. “Kopi itu bukan air mineral. Jadi, jangan sampai lupa minum air mineral 1,5–2 liter per hari. Bisa mulai juga untuk menghitung kandungan yang masuk ke tubuh. Jangan sampai kita jadi bagian yang cuci darah di usia muda,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Rizka Andalusia mengapresiasi pihak-pihak yang telah terlibat dalam WFSD 2024. “Terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam WFSD. Sekali lagi, BPOM tidak bisa bekerja sendiri, harus dengan berbagai lembaga dan paling penting adalah masyarakat. Masyarakat sebagai pelaku usaha atau organisasi kemasyarakatan, seperti Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), untuk membina masyarakat kita agar cerdas dalam memilih pangan yang sehat,” tutup Plt. Kepala BPOM.
Selain talkshow, peserta kegiatan World Food Safety Day 2024 dapat mengunjungi pameran pangan yang menghadirkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan industri yang telah memiliki izin edar BPOM. Terdapat booth edukasi bagi masyarakat berupa booth “Pilihan Lebih Sehat”, Pojok Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Aman, dan juga mobil laboratorium keliling Balai Besar POM di Jakarta. Peserta yang berasal dari kalangan pelajar tingkat atas dan PKK tampak antusias bertanya seputar keamanan pangan yang dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari kepada petugas di booth edukasi tersebut. (HM-Maulvi)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
