Bekasi - Dalam meningkatkan kompetensi dan pengetahuan peserta kegiatan sebagai Duta, Badan POM menggelar kegiatan “Advanced Training Duta Jamu Aman dan Duta Kosmetik Aman dalam program Badan POM Goes to School & Badan POM Goes to Campus Tahun 2022” selama 2 (dua) hari pada 13-14 Juli 2022. Kegiatan ini diikuti oleh 249 Duta Badan POM terbaik yang terdiri dari 213 Duta Kosmetik Aman dan 36 Duta Jamu Aman dari seluruh Indonesia.
Acara Advanced Training Duta dibuka langsung oleh Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, Reri Indriani. Dalam sambutannya, Ia menjelaskan pentingnya peran serta generasi muda dalam program pemberdayaan masyarakat yang mampu menjadi roda penggerak perubahan masyarakat/komunitasnya demi kemajuan bangsa Indonesia.
“Menjadi Duta Jamu Aman dan Duta Kosmetik Aman merupakan anugerah kompetensi untuk menjadi karakter generasi Emas 2045 yang secara praktis dapat berkontribusi bagi bangsa dan Negara dengan berperan aktif menjadi spoke-person dalam kampanye keamanan dan manfaat obat tradisional dan kosmetika di masyarakat,” jelasnya.
“Ilmu yang didapat adik-adik Duta hari ini dapat dikreasikan dengan memanfaatkan teknologi informasi yang ada, sehingga penyampaian pesan obat tradisional dan kosmetika yang aman dapat diterima dengan cepat dan luas, serta masyarakat dapat terhindar dari produk yang berbahaya bagi kesehatan,” pesannya kepada Duta Badan POM yang hadir, baik secara luring maupun daring melalui zoom meeting.
Badan POM Goes to School dan Badan POM Goes to Campus merupakan program pemberdayaan masyarakat yang diperuntukan bagi pelajar dan mahasiswa agar mampu menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih dan menggunakan obat tradisional dan kosmetika yang aman. Kegiatan ini telah diresmikan tanggal 15 Maret 2022 lalu oleh Kepala Badan POM untuk pembentukan Duta Jamu Aman dan Duta Kosmetik Aman yang pelaksanaanya dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan POM seluruh Indonesia. Saat ini, telah terbentuk 1.916 Duta yang terdiri dari 1.658 Duta Kosmetik Aman dari 71 UPT dan 258 Duta Jamu Aman dari 12 UPT.
Pada hari pertama kegiatan, paraduta diajarkan berbagai keahlian dari pakar dan influencer. Adapun materi di hari pertama, yaitu (1) Teknik Membuat Presentasi dan Infografis dari Media Presentation Trainer - BRIN, Indra Riswadinata; (2) Sharing Pengalaman tentang Kosmetik Aman dari Brand Ambassador PT Paragon, Dinda Hauw; (3) Public Speaking dari Puteri Indonesia Intelegensia 1 Tahun 2022, Magiana Ignasia; (4) Sharing Pengalaman Sebagai Duta YPI dan Motivasi dalam Menjalankan Tugas dari Puteri Indonesia Tahun 2022, Laksmi Shari; dan (5) Teknik Membuat Video Digital oleh Digital Video Trainer - Divisi Media Digital Tempo, Alfan Noviar. Ada juga penandatanganan Berita Acara Komitmen Duta Jamu Aman dan Duta Kosmetik Aman oleh perwakilan peserta yang hadir secara luring dan Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik.
Di hari kedua, materi difokuskan pada peran dan tugas masing-masing duta dalam melakukan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) di komunitasnya. Bagi Duta Jamu Aman, pembekalan materi yang diberikan, yaitu: (1) Mengenal Jamu Nusantara dari Wakil Dekan Fakultas Farmasi - UGM, Nanang Fakhrudin; (2) Penyalahgunaan BKO pada Jamu/Obat Tradisional dari Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Asih Liza Restanti; dan (3) Tren Pengawasan Jamu/Obat Tradisional dari Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan, Irwan..
Bagi Duta Kosmetik Aman, pembekalan yang diberikan, yaitu: (1) Materi Bahan Berbahaya pada Kosmetik dan akibatnya dari dr. Listya Pramita, Sp. KK; (2) Tren Pengawasan Kosmetik dari Direktur Pengawasan Kosmetik, Arustiyono; (3) Aplikasi BPOM Mobile dan Aplikasi Efek Samping Kosmetik dari Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Yogaswara T Gumbara; dan (4) Mengenal Kosmetik Tematik dari Direktur Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Rachmi Setyorini. Di akhir acara hari kedua, terdapat materi bagi seluruh Duta, yaitu Petunjuk Teknis dan Tata cara Pelaporan Kegiatan Duta dari Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Ardiyansyah Kahuripan.
Di akhir sambutannya, Reri Indriani berharap agar pelaksanaan tugas Duta dalam melakukan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) di komunitasnya dapat didukung oleh semua pihak, baik di tingkat pusat Badan POM maupun di tingkat Balai Besar/Balai/Loka POM. Selain itu, Badan POM juga berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI dalam memfasilitasi tugas KIE Duta ke dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
“Kami sampaikan juga terima kasih kepada Kemendikbud Ristek, dinas pendidikan provinsi, dinas pendidikan kabupaten/kota, perguruan tinggi, dan sekolah yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan pembentukan Duta Tahun 2022 ini.” tambahnya kembali.
Melalui kegiatan Advanced Training Duta ini, diharapkan terbangun kolaborasi lintas sektor dan kemitraan dengan Duta Jamu Aman dan Duta Kosmetik Aman Badan POM sebagai bagian dari peran serta masyarakat di dalam mendukung sistem pengawasan obat tradisional, suplemen kesehatan dan kosmetik yang aman. (HM-Devi)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
