Tingkatkan Kualitas Daya Saing Usaha melalui Redesign e-bpom

09-10-2014 Pusat Informasi Obat dan Makanan Dilihat 2565 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

“Badan POM terus berupaya untuk melakukan simplifikasi prosedur guna meningkatkan perdagangan dan perekonomian dengan tidak melakukan kompromi terhadap perlindungan kesehatan masyarakat”, demikian yang disampaikan Kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan, Dra. Reri Indriani, Apt. M.Si selaku Narasumber pada Sosialisasi Redesign e-bpom pada 7 Oktober 2014 yang bertempat di salah satu Hotel di Jakarta. Sosialisasi aplikasi redesign e-bpom ini dihadiri oleh Kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan, Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat, Kepala Bidang Teknologi Informasi, Kasubdit. Inspeksi dan Sertifikasi Distribusi PT dan PKRT, Kasubdit Sertifikasi Pangan, Perwakilan Asosiasi dan 156 importir Obat, OT, Kosmetik dan Makanan.

 

Pada kesempatan ini, Kepala Bidang Teknologi Informasi, Dra. Rita Endang, Apt., M.Kes menyampaikan tujuan redesign e-bpom yang berbeda dari e-bpom lama diantaranya data aplikasi lebih aman, stabil dan efisien, user friendly, interaktif dan informatif. Selain itu dilakukan penyederhanaan importasi antara lain verifikasi akun registrasi dan penyerahan bukti bayar PNBP dilakukan secara online sehingga hal ini akan mengurangi tatap muka. Pada sistem e-bpom yang baru juga ada penambahan kolom harga produk yang mengacu pada kurs tengah sehingga dapat memberikan data dukung untuk neraca perdagangan Indonesia. Acara dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi yang berlangsung hangat dan disambut antusias oleh para importir yang juga memberi masukan untuk implementasi redesign e-bpom.

 

Selain pemaparan 2 narasumber, dilakukan demo live aplikasi redesign e-bpom. Sesuai roadmap TIK Badan POM, setelah sosialisasi akan dilakukan implementasi terbatas pada 13 – 24 Oktober 2014 terhadap 15 importir untuk pilot project redesign. Implementasi redesign e-bpom secara menyeluruh direncanakan pada minggu kedua November 2014.

 

Selanjutnya sebagai salah satu bentuk continous improvement, Badan POM akan menerapkan SKI time based, yang bersifat non transaksional yang dilakukan secara bertahap berdasarkan kajian risiko dan profiling importir.

 

 

 

Pusat Informasi Obat dan Makanan

 

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana