Tingkatkan Pengawasan Obat, Badan POM Lanjutkan Kolaborasi Dengan TGA Australia

29-05-2020 Kerjasama dan Humas Dilihat 2560 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Jakarta – Ditengah merebaknya pandemik COVID-19, solidaritas dan kerja sama antar regulator obat merupakan salah satu kunci utama untuk mempercepat penanganan COVID-19. Untuk itu, Badan POM kembali mengadakan pelatihan laboratorium dengan Therapeutic Goods Administration (TGA) pada Jumat (29/05/2020).

 

Setelah sukses menyelenggarakan pelatihan virtual dengan topik Chemical Testing Method Verification and Validation pada 20 Mei 2020 lalu, kedua institusi kembali melanjutkan webinar dengan topik Screening for Counterfeit and Adulterated Medicines. Topik ini terkait dengan identifikasi obat palsu yang merupakan salah satu tantangan yang dihadapi regulator dalam memberantas kejahatan di bidang obat, khususnya di masa pandemik ini.

 

Pada kesempatan tersebut, Plt. Sekretaris Utama Badan POM, Elin Herlina, kembali menyampaikan apresiasi kepada tim TGA yang telah berupaya keras dalam mendukung perkuatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Badan POM, khususnya terkait laboratorium, guna percepatan penanganan COVID-19 di Indonesia. “Saya ucapkan terima kasih kepada narasumber dari Laboratorium TGA yang telah berbagi ilmu dan informasi kepada para peserta melalui penyelenggaran kedua webinar”, ungkap Plt. Sekretaris Utama.

 

Meninjau letak geografis Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau dan berbatasan dengan 10 negara tetangga, menimbulkan banyaknya pintu masuk yang meningkatkan potensi masuknya produk palsu. Tantangan ini menuntut Badan POM untuk memperkuat pengawasan dalam rangka pencegahan dan pemberantasan obat palsu. Untuk itu, Badan POM berkolaborasi dengan mitra strategis seperti TGA, dalam bertukar informasi dan pengalaman khususnya terkait metode identifikasi obat palsu yang umum namun akurat.

 

Pihak TGA menyampaikan apresiasi atas antusiasme para peserta serta kelancaran pelaksanaan pelatihan kedua yang difasilitasi oleh Badan POM, dan berharap kerja sama dalam kerangka Indo-Pacific Regulatory Strengthening Program (IRSP) ini dapat terus berlanjut. Sejalan dengan TGA, Plt Sekretaris Utama juga berharap bahwa kolaborasi ini dapat semakin ditingkatkan pada area yang lebih luas.

 

Kepada peserta, Plt. Sekretaris Utama memberi ucapan selamat dan berpesan agar peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh pada laboratorium masing-masing, yang pada akhirnya memperkuat kapasitas Laboratorium Badan POM secara keseluruhan.

 

Dalam waktu dekat, kolaborasi kedua institusi akan dilanjutkan dengan pertukaran informasi mengenai uji klinik khususnya terkait obat dan vaksin potensial pada COVID-19.

 

Biro Kerja Sama

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana