Tongkat Estafet Pengabdian Bergulir kepada Generasi Baru Pengawas Obat dan Makanan

28-05-2025 Kerjasama dan Humas Dilihat 589 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta – Wajah baru putra-putri terbaik bangsa kini hadir di BPOM. Pancaran semangat terekam jelas dalam kegiatan “Penyambutan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) BPOM Tahun Anggaran 2024 dan Pelepasan Purnabakti di lingkungan BPOM” pada Selasa (28/5/2025). Momen ini menjadi simbol peralihan estafet pengabdian. Mereka yang telah menuntaskan bakti bertemu dengan generasi baru yang siap melanjutkan garda pengawasan obat dan makanan.

Sebanyak 1.088 CASN hadir secara luring dan daring menyambut rangkaian kegiatan penyambutan yang dihelat terpusat dari Aula Gedung Bhinneka Tunggal Ika. CASN BPOM terdiri dari 511 orang di BPOM pusat (357 CPNS dan 154 PPPK) serta 577 orang di unit pelaksana teknis (UPT) BPOM (384 CPNS dan 193 PPPK). Jumlah ini diharapkan dapat memenuhi komitmen BPOM dalam memperkuat kapasitas kelembagaan melalui regenerasi sumber daya manusia yang kompeten dan berdedikasi.

Sekretaris Utama BPOM Jayadi membuka acara penyambutan dengan membagikan cerita di balik proses panjang dan penuh tantangan dalam rekrutmen CASN tahun lalu. Ia menyoroti berbagai dinamika yang mewarnai proses tersebut.

"Seleksi CASN Tahun 2024 termasuk seleksi yang penuh dengan drama, seiring dengan kebijakan pemerintah dalam upaya efisiensi birokrasi. Kebijakan tersebut berdampak pada mekanisme dan waktu pengadaan CASN 2024, yang pelaksanaannya turut memberi pengaruh hingga tahun 2025," ungkapnya. 

Namun, ia menegaskan agar para CASN tidak perlu khawatir karena hal tersebut merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai Sekretaris Utama. Ia berpesan agar para CASN bekerja sebaik-baiknya, terus belajar hal-hal baru, dan segera beradaptasi dengan lingkungan kerja di BPOM.

Kepala BPOM Taruna Ikrar turut ikut hadir secara langsung menyambut kehadiran wajah-wajah baru CASN. Dalam sambutannya, Ia menekankan bahwa menjadi bagian dari BPOM adalah sebuah pencapaian istimewa, mengingat dari total 26.787 pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS), hanya 741 orang atau sekitar 3% yang berhasil lulus dan diangkat sebagai CPNS di seluruh Indonesia. Selain itu, sebanyak 347 tenaga non-ASN BPOM juga resmi diangkat sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada tahun anggaran 2024.

“Kami menyambut adik-adik CASN sebagai generasi penerus yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan dalam tugas mulia sebagai pengawas obat dan makanan di seluruh Indonesia. Tugas ini tentu tidak mudah, tetapi memiliki arti yang sangat mulia bagi kesehatan dan keselamatan masyarakat,” ujar Kepala BPOM.

Tidak hanya menyambut kehadiran CASN baru, Kepala BPOM juga secara resmi melepas Pejabat Fungsional Ahli Utama dan Pejabat Pimpinan Tinggi di lingkungan BPOM yang telah memasuki masa purnabakti maupun yang telah purnatugas. Ia menyampaikan bahwa para pejabat yang dilepas merupakan sosok luar biasa atas pengabdian hingga di akhir masa tugasnya dan memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja BPOM. Sebagai bentuk apresiasi, acara pelepasan tersebut juga diisi dengan penayangan video kesan dan pesan dari para purnabakti dan purnatugas, serta pemberian piagam penghargaan atas dedikasi dan pengabdian mereka.

“Bagi para pegawai yang telah menyelesaikan masa tugas di BPOM dan melanjutkan pengabdian di instansi lain, kami mengucapkan selamat bertugas di tempat yang baru. Semoga semangat kolaboratif dan integritas menjadi nilai positif dan inspiratif di tempat tugas yang baru. Bagi yang memasuki masa purnabakti, semoga masa purnabakti menjadi masa yang penuh berkah, sehat, dan tetap produktif,” ucap Taruna Ikrar. 

Adapun para pegawai yang telah memasuki masa purnabakti, yaitu Penny K. Lukito (Kepala BPOM periode 2016–2023); Rita Mahyona (Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif periode 2024–2025); dan Reri Indriani (Pejabat Fungsional Ahli Utama BPOM). Sedangkan para purnatugas yang dilepas hari ini, yaitu Reghi Perdana (Kepala Biro Hukum dan Organisasi periode 2021–2025); Noorman Effendi (Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat periode 2021–2025); Ema Setyawati (Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan periode 2023–2025); dan Azis Saputra (Direktur Penyidikan Obat dan Makanan periode 2023–2025).

Setelah prosesi pelepasan purnabakti dan purnatugas, rangkaian acara dilanjutkan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) CPNS dan penandatanganan Perjanjian Kerja PPPK Tahap I yang dilaksanakan serentak di BPOM Pusat dan seluruh UPT. Acara kemudian berlanjut dengan penayangan video rekap seleksi CASN BPOM 2024, pidato perwakilan dan penampilan bakat dari CASN BPOM 2024, serta dialog interaktif antara peserta CASN dan Kepala BPOM. Seluruh rangkaian ditutup dengan kegiatan BPOM Tour yang mengajak para peserta berkeliling mengunjungi fasilitas dan lingkungan kerja di BPOM Pusat.

Pada sesi dialog interaktif, salah satu CASN BPOM 2024, Anida Aulia Firyal, yang bertugas sebagai Pengawas Farmasi dan Makanan (PFM) Ahli Pertama di Direktorat Pengawasan Kosmetik, menyampaikan aspirasinya kepada Kepala BPOM. Ia mengusulkan BPOM menghadirkan sesi Q&A terbuka di media sosial yang dapat diakses oleh masyarakat luas agar dialog antara BPOM dan publik bisa berlangsung secara langsung dan menyentuh kebutuhan masyarakat. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPOM menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinannya, BPOM berkomitmen untuk bersikap transparan dalam penyampaian informasi. Penyampaian informasi tidak hanya melalui media sosial, tetapi juga dengan membangun hubungan yang baik dengan media massa. Ia juga menambahkan bahwa BPOM memiliki aplikasi BPOM Mobile sebagai sarana untuk berbagi informasi sekaligus menjadi sarana layanan konsultasi langsung dengan pegawai BPOM.

Di penghujung acara, Kepala BPOM menegaskan pentingnya bagi para CASN untuk memanfaatkan momentum ini dan mengikuti rangkaian orientasi dengan sungguh-sungguh. Orientasi tidak hanya menjadi pintu masuk ke dalam dunia kerja di BPOM, tetapi juga merupakan fondasi dalam membentuk karakter, integritas, serta pemahaman menyeluruh tentang tugas dan fungsi organisasi. Lebih dari itu, orientasi menjadi sarana pembekalan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK (Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) yang harus tertanam kuat dalam setiap langkah pengabdian. (HM-Devi) 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana