Training Leadership and Coaching Program, Asah Kemampuan Diri sebagai Bekal Memimpin Badan POM di Masa Depan

04-05-2021 Kerjasama dan Humas Dilihat 1350 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Denpasar - Birokrasi saat ini memerlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang menjunjung tinggi profesionalitas, kerja cerdas, ikhlas, dan penuh integritas dalam melayani masyarakat. Aparatur Sipil Negara (ASN) berkualitas menjadi penentu masa depan Indonesia untuk mencapai target Indonesia Emas 2025, yang tidak hanya dinilai dari kecerdasan intelektual, namun juga “inter-dependent or common good”, yaitu fokus kepada kontribusi untuk lingkungan sosial.

 

Terkait hal tersebut, Badan POM menyelenggarakan Leadership Dialog dalam rangka Training Leadership and Coaching Program bagi Pimpinan Unit Kerja Baru di Lingkungan Badan POM. Acara yang berlangsung selama 2 hari, yaitu pada tanggal 3 hingga 4 Mei, secara luring dan daring ini turut dihadiri oleh Perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Denpasar, Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Perwakilan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali, Perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, serta diikuti oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Besar/Balai/Loka POM di Kabupaten/Kota sebagai peserta pelatihan.

 

Kepala Badan POM, Penny K. Lukito menjelaskan dalam sambutannya, bahwa program ini dikembangkan secara komprehensif untuk meningkatkan kompetensi manajerial para pimpinan UPT Badan POM yang baru, sehingga dapat beradaptasi cepat dan berkinerja baik di lingkungan strategis yang baru. Rangkaian program telah dimulai sejak awal April dan akan berlangsung hingga awal Juli 2021.

 

Tantangan pengawasan obat dan makanan begitu kompleks dan terus berkembang, termasuk pada masa pandemi ini. Kompetensi creative problem solving yang baik sangat dibutuhkan oleh seorang pemimpin untuk dapat mengambil kebijakan secara cepat, tepat, dan cermat pada segala situasi. “Untuk itu, seorang pemimpin harus didukung fakta dan data dalam berbicara dan bertindak. Pemimpin juga berperan mendorong perbaikan berkelanjutan, serta menggerakkan dan menghargai kontribusi anggota tim untuk mewujudkan tujuan Bersama,” urai Kepala Badan POM.

 

Guna mendukung Birokrasi 4.0, dibutuhkan Smart ASN yang berintegritas dan profesional, berwawasan global, menguasai teknologi informasi dan bahasa asing, berjiwa nasionalisme, memiliki jiwa hospitality dan entrepreneurship, serta mampu membangun networking. Nilai-nilai kejujuran dan anti-korupsi juga harus dijunjung tinggi, termasuk oleh setiap ASN di Badan POM.

 

“Pembenahan Badan POM di bidang Human Capital Management adalah salah satu upaya dalam mewujudkan nilai-nilai tersebut. Badan POM telah menyusun Grand Design Human Capital Management ASN Badan POM yang menjadi arah dan prioritas pengembangan ASN untuk mendukung pencapaian visi misi, serta sebagai bekal dalam menghadapi tantangan organisasi”, lanjut Penny K. Lukito.

 

Saat ini, Badan POM sedang berproses dalam pengembangan Flexible Working Arrangement sebagai adaptasi baru pada pola kerja ASN di masa new normal, yang diharapkan memberikan fleksibilitas dalam pengaturan jam kerja dan lokasi bekerja. Fleksibilitas ini tentunya harus dapat mendukung kinerja ASN yang produktif, efektif, dan efisien sesuai kebutuhan organisasi di mana saja, kapan saja, tanpa batasan ruang dan waktu.

 

Pemimpin-pemimpin muda Badan POM, khususnya Kepala UPT, didorong untuk terus mengembangkan karakter generasi milenial yang kreatif, connected (pandai bersosialisasi, pengguna aktif sosial media), dan percaya diri. Tidak hanya itu, setiap pemimpin juga perlu mengasah dan meningkatkan kemampuan leadership sebagai bekal memimpin Badan POM di masa depan. Karakter ini diperlukan mengingat pimpinan UPT merupakan ujung tombak Badan POM dalam membangun bangsa menuju kemajuan melalui pengawasan obat dan makanan di seluruh pelosok negeri. Untuk mencapai tujuan tersebut, tentunya Badan POM membutuhkan lebih banyak transformational leadership yang dapat berperan sebagai motivator, inovator, mentor, dan visioner.

 

Kepala Badan POM berharap diskusi hari ini menjadi dialog interaktif yang menghasilkan banyak ide inovatif bagi calon pemimpin Badan POM di masa mendatang. Rangkaian program pelatihan yang disusun juga diharapkan dapat membuka paradigma baru, serta memberi banyak pencerahan dan inspirasi yang aplikatif untuk kepemimpinan di UPT.

 

“Tindak lanjut konkret dari pelatihan ini tentunya sudah dituangkan dalam Plan of Action (PoA) yang disusun oleh masing-masing Kepala UPT. PoA yang telah disusun dengan tahapan, target, dan timeline spesifik serta memuat nilai-nilai budaya organisasi Badan POM. Saya ingin melihat manfaat nyata dari hasil pelatihan ini pada kinerja UPT,” tegas Kepala Badan POM mengakhiri sambutannya. (HM-Riska)

 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana