Sesuai Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2017, melalui program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), Badan POM melaksanakan Program Intervensi Keamanan PJAS bersinergi dengan Kementerian/Lembaga terkait lainnya dibawah Program Prioritas Penguatan Preventif Promotif Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, dengan Kegiatan Prioritas Peningkatan Konsumsi Pangan Sehat.
Pada tahun 2018, dilakukan ekstensifikasi program PJAS dengan program optimalisasi sumber daya dan strategi program PJAS yang tepat melalui kegiatan penguatan kerja sama lintas sektor, pembinaan dan pemberdayaan komunitas sekolah, dan program kemitraan. Sebagai salah satu bentuk kegiatan pembinaan dan pemberdayaan komunitas sekolah Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha melakukan peningkatan kapasitas SDM petugas Balai Besar/Balai POM yang akan bertugas sebagai fasilitator keamanan PJAS bagi komunitas sekolah , melalui Training of Trainer (ToT) Fasilitator Keamanan PJAS yang dilaksanakan pada tanggal 23-24 April 2018 bertempat di Hotel Grand Mercure Kemayoran dengan nara sumber dari lintas sektor, antara lain Ir. Suharyanto, MT dari Kementerian Kementerian Dalam Negeri, Arianty Dano, M.Pd dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Tutut Indra Wahyuni, SKM, M.Kes dari Kementerian Kesehatan dan Prof. Winiati P. Rahayu, MS dari Institut Pertanian Bogor serta 50 orang peserta yang merupakan perwakilan Balai Besar/ Balai POM (BB/BPOM) di 10 provinsi (Balai Besar POM di Bandung, Balai Besar POM di Surabaya, Balai Besar POM di Semarang, Balai Besar POM di Aceh, Balai Besar POM di Medan, Balai Besar POM di Yogyakarta, Balai POM di Kendari, Balai POM di Serang, Balai POM di Manokwari, Balai POM di Gorontalo) dan perwakilan dari Kementerian (Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kementerian PPPA) serta Badan POM.
ToT ini dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Bapak Drs. Suratmono, MP. Dalam arahannya, Bapak Deputi Pengawasan Pangan Olahan berharap Petugas Balai yang mengikuti ToT ini dapat menjadi Trainer bagi Komunitas Sekolah dalam implementasi program intevensi keamanan PJAS. Lebih jauh lagi, Bapak Deputi juga berpesan , petugas Balai bisa lebih kreatif dan terus berinovasi dalam melakukan implementasi program PJAS sehingga dapat menjadi terobosan penting didalam memperkuat sistem pengawasan keamanan pangan di daerahnya masing-masing.
