Training of Trainer (TOT) Fasilitator Keamanan Pangan Sekolah

17-04-2014 Dit Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan Dilihat 2324 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) memegang peranan cukup penting dalam memberikan asupan energi dan gizi bagi anak-anak usia sekolah. Hasil survei di Bogor menunjukkan bahwa 36% kebutuhan energi anak sekolah diperoleh dari pangan jajanan yang dikonsumsinya (Guhardja dkk, 2004).  Walaupun pada umumnya sudah tersedia kantin di sekolah, tetapi anak-anak sekolah terkadang membeli makanan dan minuman dari pedagang di luar lingkungan sekolah yang belum terjamin mutu dan keamanannya.  Oleh karena itu program pengembangan PJAS mencakup pembinaan kantin sekolah dan pemberdayaan seluruh komunitas sekolah, termasuk penjaja jajanan di sekitar sekolah.

 

Gerakan Aksi Nasional PJAS (AN-PJAS) yang telah dicanangkan sejak Januari 2011 hingga sekarang diperkirakan telah menjangkau 16.990 SD/MI, 2,8 juta siswa, 5,6 juta orang tua siswa, 170.000 guru SD/MI, 170.000 pedagang PJAS, dan 51.000 pengelola kantin.  Gerakan ini juga telah meningkatkan mutu dan keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) dari yang memenuhi syarat sebesar 64% pada tahun 2011 menjadi 80,3% pada tahun 2013.  Namun demikian capaian yang telah diperoleh Gerakan Aksi Nasional ini akan tidak berarti jika berhenti atau tidak berlanjut.  Pada acara Gebyar Aksi Nasional PJAS pada 27 Pebruari 2014 Wapres RI Bp. Boediono menyatakan bahwa kunci dari keberhasilan Gerakan AN-PJAS  ini adalah terbangunnya komitmen dan awareness dari komunitas sekolah untuk terus melakukan pengawasan keamanan PJAS secara mandiri.  Untuk itu beliau akan mendukung terus Gerakan AN-PJAS ini.  Untuk mewujudkan hal tersebut maka diperlukan tenaga sukarelawan untuk terus mengawal Gerakan AN-PJAS.  Tenaga sukarelawan ini diambil dari komponen masyarakat agar seluruh komponen masyarakat secara aktif terlibat dalam Gerakan Aksi Nasional ini untuk mencapai hasil yang lebih baik.  Oleh karena itu pada 16 - 17 April 2014 telah diselenggarakan Training of Trainer (ToT) Fasilitator Keamanan Pangan Sekolah.  

 

Pelatihan ToT Fasilitator Keamanan Pangan Sekolah ini bertempat di hotel Swiss Bell Jakarta dan diikuti oleh sekitar 80 orang peserta yang berasal dari tenaga bidang serlik di BB/BPOM seluruh Indoneisa, staf di Kedeputian III dan staf Biro Hukmas.  Pelatihan ini dimaksudkan untuk mencetak tenaga trainer/pelatih Fasilitator Keamanan Pangan Sekolah di BB/BPOM.  Selanjutnya tenaga trainer itu nantinya akan menjadi trainer di tingkat propinsi guna mencetak tenaga Fasilitator Keamanan Pangan Sekolah di tingkat kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Tenaga Fasilitator Keamanan Pangan Sekolah ini nantinya diambil dari unsur masyarakat baik Ibu Rumah Tangga, mahasiswa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tenaga posyandu, pakar kemanan pangan, dan tenaga lainnya yang mempunyai perhatian terhadap PJAS.  Tugas utama Tenaga Fasilitator Keamanan Pangan Sekolah ini adalah mengawal Program Keamanan PJAS di sekolah terutama SD/MI di seluruh Indonesia agar berjalan secara berkelanjutan hingga diharapkan dapat menjangkau seluruh SD/MI di seluruh Indonesia, mengingat Gerakan AN-PJAS sampai saat ini baru menjangkau sekitar 10 % dari seluruh SD/MI di seluruh Indonesia.

 

Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana