Jakarta – Semangat para pimpinan dan agen perubahan terpancar tatkala Ignasius Jonan menyampaikan motivasinya pada kegiatan “Leadership Dialogue Pimpinan Perubahan dan Agen Perubahan Tahun 2024” di Auditorium Merah Putih BPOM RI, Rabu (30/04/2024). Mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) tahun 2009–2014 yang sukses mentransformasikan kereta api dalam negeri ini berbagi pengalamannya tentang transformational leadership yang diharapkan dapat memotivasi aparatur sipil negara (ASN) di BPOM.
Ignasius Jonan banyak melakukan interaksi dengan peserta di sepanjang acara. Salah satu interaksinya dimulai dengan mengajukan pertanyaan kepada para peserta, “siapa yang menggaji kita?”. Menurutnya, perubahan yang krusial ada pada perubahan mindset, yaitu kita sebagai abdi negara harus sadar bahwa diri kita digaji oleh rakyat.
“Kita sebagai abdi negara menganggap yang menggaji kita adalah negara, padahal rakyat yang menggaji kita. Jika kita berpikir bahwa kita digaji oleh masyarakat, maka fokus kita bukan lagi pada negara atau lembaga, tetapi pada kepentingan pelanggan kita, yaitu rakyat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa prinsip transformasi harus dimulai dari pimpinan yang kemudian dicontohkan kepada pegawainya. “Jadi, diawali dengan perubahan mindset dari pimpinan teratas, lalu diikuti dengan adanya digitalisasi, dan dilanjutkan dengan adanya evolusi pegawai melalui penegakan disiplin,” tambahnya kembali.
Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta bertanya terkait strategi yang diterapkan Ignasius Jonan selama memimpin PT KAI untuk memastikan seluruh lini berjalan sesuai dengan apa yang coba ia terapkan. Ia menegaskan bahwa perlu ada tim yang secara khusus mengawal penerapan perubahan tersebut.
“Harus ada tim yang mengukur setiap perubahan tersebut. Biasanya yang mengukur adalah orang yang sudah mengalami. Semua harus ada ukurannya dan tidak boleh sampling, namun harus dilihat satu per satu,” ucapnya.
Kegiatan leadership dialogue ini dilakukan secara hybrid (offline dan online) yang diikuti 200 peserta dari BPOM pusat maupun unit pelaksana teknis (UPT). Agenda ini diselenggarakan dengan tujuan memberikan semangat pada para pemimpin dan agen perubahan BPOM agar ke depannya mampu memberikan inovasi dan motivasi terkait program internalisasi core value BerAKHLAK untuk dapat mewujudkan BPOM sebagai birokrasi kelas dunia.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPOM RI, L. Rizka Andalusia hadir secara langsung membuka dan mengikuti kegiatan leadership dialogue. Dalam sambutannya, Ia membahas beban kerja ASN yang tinggi, yang mana sebagai regulator di Indonesia, ASN BPOM juga dituntut cepat dan tepat dalam bekerja. Menurutnya, ASN BPOM telah berupaya untuk melakukan berbagai transformasi pekerjaan di bidang obat dan makanan.
“Kita telah melakukan berbagai upaya perubahan budaya kerja dari seorang regulator yang birokrat menjadi regulator yang memberi pelayanan kepada masyarakat,” ujar Plt. Kepala BPOM.
Melalui kegiatan ini, Plt. Kepala BPOM berharap agar para pimpinan dan agen perubahan BPOM dapat lebih semangat dalam mengimplementasikan Core Value ASN BerAKHLAK dengan metode-metode terkini dan inovatif. “Kami berharap sesi bersama Pak Jonan yang memiliki success story ini dapat membantu para pimpinan dan agen perubahan BPOM. Kami ingin apa yang kami kerjakan langsung dirasakan dan memberikan dampak positif kepada masyarakat,” harapnya. (HM_Devi)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
