Jakarta – BPOM menyambut kepemimpinan baru Taruna Ikrar sebagai pejabat definitif Kepala BPOM RI. Satu hari setelah momen pelantikan Kepala BPOM oleh Presiden Republik Indonesia di Istana Negara, dilakukan penyerahan Memori Jabatan Tahun 2023–2024 pada Senin (19/8/2024). Penyerahan Memori Jabatan ini menandai berakhirnya masa tugas Dr. Dra. L. Rizka Andalusia, Apt., M.Pharm., MARS yang telah menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPOM periode November 2023–Agustus 2024.
Kegiatan penyerahan Memori Jabatan pada hari ini dilakukan secara terbuka dan dihadiri oleh seluruh pimpinan tinggi madya dan pimpinan tinggi pratama di lingkungan BPOM Pusat, termasuk awak media massa. Dalam sambutannya, Taruna Ikrar menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras Rizka Andalusia selama masa jabatannya sebagai Plt. Kepala BPOM.
“Selama kepemimpinan Ibu Rizka, BPOM telah membuat kemajuan signifikan dalam pengawasan obat dan makanan,” tutur Taruna Ikrar.
Rizka Andalusia pun turut mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan dari seluruh jajaran BPOM sehingga Ia dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya selama menjabat dengan baik. “Saya merasa terhormat telah diberi kesempatan untuk memimpin BPOM. Saya yakin dr. Taruna Ikrar akan membawa BPOM ke arah yang lebih baik dengan inovasi dan kepemimpinan yang baru”, ucapnya.
“Di samping itu, saya berharap agar BPOM dapat terus menjalankan peran strategis dengan meningkatkan kerja sama dengan para stakeholder, termasuk dengan Saya di Kementerian Kesehatan, yang memiliki peran penting masing-masing dalam mengawal obat dan makanan aman, berkhasiat, dan bermutu,” tambah Rizka Andalusia.
Selanjutnya, Taruna Ikrar menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan dan meningkatkan progress dari program-program yang telah berjalan. “Salah satu fokus yang sangat penting menurut saya, yaitu membawa BPOM secara global dan dapat setara dengan FDA di negara maju,” ujarnya.
Menurut Taruna Ikrar lagi, Indonesia memiliki potensi bahan alam yang sangat besar. Untuk itu, BPOM harus mengupayakan untuk mendukung pemanfaatan obat bahan alam dengan membangun regulasi yang mempermudah industri obat bahan alam.
Menutup sambutannya, Taruna Ikrar mengungkap misinya agar BPOM mengeluarkan kebijakan yang dapat memberi andil dalam menekan harga obat dalam negeri sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat. Selain itu, perlu terus dilakukan perkembangan inovasi teknologi dalam pengawasan obat dan makanan.
Tidak hanya itu, Taruna Ikrar juga berharap dapat terus mendukung perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) obat dan makanan di Indonesia. Diharapkan dengan perkembangan UMKM dapat berkontribusi dalam meningkatkan nilai investasi di Indonesia dalam bidang obat dan makanan.
Acara serah terima jabatan diakhiri dengan penyerahan Memori Jabatan 2023–2024. Dengan adanya pergantian pimpinan ini, BPOM diharapkan dapat terus meningkatkan perannya sebagai regulator pengawasan obat dan makanan yang kredibel, berintegritas, dan profesional hingga di tingkat global. (HM-Rasyad)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
