Luwuk – BPOM terus mengupayakan penguatan dan pengembangan kualitas maupun kuantitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan BPOM. Salah satu tujuannya adalah demi tercapainya Indonesia Emas 2045.
Bentuk upaya yang dilakukan kali ini, yaitu dengan melangsungkan Dialog Interaktif Bersama Kepala BPOM dan Sosialisasi Core Value BerAKHLAK pada Jumat (11/08/2023). Rangkaian kegiatan ini dilakukan untuk mengevaluasi realisasi core value aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan BPOM, yaitu berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif (BerAKHLAK).
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan pegawai dan pimpinan unit pelaksana teknis (UPT) BPOM di seluruh Indonesia dan diawali dengan dialog antara para pegawai UPT BPOM dengan Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito. Kepala BPOM memberikan arahan agar setiap pimpinan memberikan contoh dalam membina bawahan dan membuka ruang untuk berdialog, termasuk yang dicontohkan melalui dialog dengan Kepala BPOM hari ini.
Momen dialog ini menjadi kesempatan bagi pegawai muda BPOM untuk menyampaikan permasalahan, usulan inovasi, upaya perbaikan, serta harapan terkait organisasi BPOM. Juga untuk menyampaikan suara sebagai individu pegawai dalam mengemban tugas dan fungsinya yang bersifat strategis, baik dalam perlindungan kesehatan masyarakat maupun pengembangan dunia usaha.
Salah satu topik yang dibahas oleh peserta, yaitu tantangan pada saat pelaksanaan tugas dan fungsi BPOM sebagai pengawas obat dan makanan. Contohnya, terkait keterbatasan akses transportasi, khususnya di daerah terluar; ketersediaan SDM sesuai dengan jabatan fungsional yang masih belum memadai; dan juga sarana-prasarana pengujian rapid test obat yang masih terbatas.
Dalam kegiatan ini turut dibahas terkait peningkatan kapasitas SDM dan rencana pengembangan digitalisasi laboratorium. Terkait pengembangan laboratorium ke tahap digitalisasi, Kepala BPOM menganggap hal ini krusial untuk meningkatkan keandalan laboratorium dalam menunjang kegiatan pengawasan obat dan makanan.
“Peningkatan keandalan laboratorium sebagai tulang punggung (backbone) pengawasan obat dan makanan yang efektif adalah langkah regulatori yang terus diupayakan untuk merespon tantangan global pengawasan obat dan makanan 20 tahun ke depan,” jelas Kepala BPOM dalam sambutannya.
Selain itu, dalam kegiatan kali ini juga menyosialisasikan hasil survei core value BerAKHLAK. Survei dilakukan oleh Pusat Pengembangan SDM (PPSDM) POM bekerja sama dengan Accelerated Culture Transformation (ACT) Consulting International terhadap implementasi core value BerAKHLAK di lingkungan BPOM.
Hasil survei disampaikan oleh Managing Partner ACT Consulting International, Putri Pamela. Hasilnya menunjukkan bahwa 57,7% pegawai BPOM telah mengimplementasikan nilai BerAKHLAK dengan baik dan SDM BPOM telah memiliki komitmen orientasi pelayanan yang tinggi (77,2%).
Menutup rangkaian kegiatan, Kepala BPOM mendorong agar BPOM terus mengupayakan penguatan SDM dari segi kuantitas dengan mengusulkan penambahan formasi calon ASN (CASN), baik sebagai pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), kepada Kementerian PANRB. Selain juga secara konsisten melaksanakan pengembangan kualitas SDM, terutama yang menyangkut kompetensi (substansi dan soft skill) dan perilaku. (HM Rasyad)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
