Jakarta – Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito menerima audiensi dari Penasihat Senior Menteri Kesehatan Turki, Prof. Dr. Teyfik Demir pada Hari Jumat (24/06/2022). Hadir pula pada pertemuan tersebut Wakil Ketua Institut Kesehatan Nasional Turki sekaligus Ketua Institut Bioteknologi Turki, Prof. Rabia Çakir Koç, yang dijembatani oleh Minister Counsellor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ankara, R. Hikmat Moeljawan.
Pertemuan tersebut membahas mengenai permintaan Pemerintah Turki kepada Pemerintah Indonesia terkait Pengajuan Izin Penggunaan Darurat (Emergency Use Authorization) dari Vaksin Turkovac, vaksin buatan dalam negeri Turki. “Selamat atas kesuksesan Turki dalam memproduksi Vaksin Turkovac. Kami senang mendengar bahwa Pemerintah Turki telah mengeluarkan EUA untuk vaksin tersebut”, ujar Kepala Badan POM.
Sebagai mitra bilateral dekat Turki dan sesama negara Islam/Organisasi Kerja sama Islam (OKI), Pemerintah Indonesia berharap dapat memberikan bantuan dan kerja sama untuk memastikan penyediaan vaksin buatan Turki. “Swasembada produksi vaksin di antara negara-negara OKI akan menjadi tambahan yang bagus untuk mendukung vaksinasi yang lebih masif dan penanggulangan COVID-19 yang lebih baik di sesama negara Muslim. Oleh karena itu, Badan POM sangat menghargai kepercayaan dan menyambut baik setiap inisiatif Pemerintah Turki kepada Badan POM dalam membantu mempercepat penggunaan vaksin Turkovac”, tambahnya.
Sebelumnya, Turki telah memberikan dukungan kepada Indonesia dalam hal penanganan COVID-19, yaitu dalam upaya memberikan hasil data ujik klinik Sinovac yang dibutuhkan dalam mendukung pemberian EUA bagi Sinovac di Indonesia. Selain itu, pemerintah Turki juga telah membangun kerja sama dalam pengakuan sertifikat vaksin dengan Indonesia dan integrasi aplikasi pemantauan status Kesehatan Turki (HES) dengan aplikasi Peduli Lindungi di Indonesia.
“Indonesia menyampaikan terima kasih atas kerja sama dengan Pemerintah Turki di tahun 2021 terkait pertukaran informasi regulasi Vaksin Sinovac yang diberikan di Turki, yang memungkinkan Badan POM untuk dapat menerbitkan EUA Vaksin Sinovac bagi masyarakat Indonesia”, ucap Penny lagi.
Ucapan Kepala Badan POM disambut hangat oleh Teyfik Demir. Ia berpendapat bahwa upaya kerja sama yang dibangun dilakukan untuk kebaikan bersama. “Turki akan sangat senang dalam membagikan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam pengembangan vaksin COVID-19, baik berupa transfer teknologi, data, karena saya percaya ini demi kemaslahatan umat, dalam rangka mengakhiri pandemi COVID-19”, tutur Teyfik Demir.
Penny K. Lukito menyampaikan bahwa Badan POM melakukan berbagai upaya dalam menangani COVID-19, antara lain dengan memastikan keamanan, kualitas, efikasi dan ketersediaan vaksin COVID-19, obat-obatan, dan pengobatan lain untuk meningkatkan kesehatan masyarakat selama masa pandemi COVID-19.
"Badan POM juga melakukan percepatan/akselerasi maupun fleksibilitas dalam menyediakan akses dan ketersediaan vaksin. Tentunya dengan tetap memastikan keamanan, efikasi, serta kualitas obat dan vaksin melalui berbagai program dan strategi, antara lain menerbitkan EUA; mempercepat upaya penerapan Good Manufacturing Practice (GMP), dan Good Distribution Practice (GDP); kemudahan dan percepatan izin edar terhadap vaksin COVID-19 impor; melakukan asistensi regulatori untuk uji klinik dan produksi obat dan vaksin dalam negeri; juga melakukan farmakovigilans untuk obat dan vaksin COVID-19", ujar Kepala Badan POM. (HM – Rizky)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
