Jakarta- Sebagai salah satu lembaga pengawas sekaligus lembaga yang memberikan pelayanan publik di bidang obat dan makanan, Badan POM senantiasa mendukung program prioritas dari Presiden melalui peningkatan pelayanan publik yang ada di Badan POM.
Data penerbitan Surat Keterangan Ekspor (SKE) kosmetika di Badan POM menunjukkan masih kecilnya volume ekspor kosmetika dibandingkan dengan jumlah impor kosmetika. Demikian pula dalam rentang waktu tahun 2019 sampai dengan pertengahan tahun 2021 terjadi penurunan jumlah SKE, yang kemungkinan disebabkan antara lain adanya pandemi Covid19. Meskipun pengurusan SKE bukan suatu kewajiban bagi eksportir, karena bergantung pada persyaratan di negara tujuan ekspor, namun data ini cukup memberikan gambaran posisi produk lokal di pasar global. Untuk menggali permasalahan yang dihadapi pelaku usaha dalam upaya meningkatkan eksportasi kosmetika, maka Direktorat Pengawasan Kosmetik menyelenggarakan kegiatan “Forum Komunikasi Kendala dan Permasalahan Eksportasi Kosmetika” pada tanggal 15 Juli 2021.
Kegiatan yang dilaksanakan secara online ini diikuti oleh sekitar 40 orang peserta yang terdiri dari pelaku usaha di bidang kosmetika, khususnya eksportir kosmetika.
Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Pengawasan Kosmetik, Drs. Arustiyono, Apt., MPH. Pada sesi pembukaan dan paparan materi, Direktur menyampaikan beberapa hal terkait upaya Badan POM memberikan layanan publik dengan prima, serta dukungan Badan POM bagi para pelaku usaha untuk dapat meningkatkan produksi kosmetika dalam negeri dan memperluas pasar di luar wilayah Indonesia dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, kemanfaatan, dan mutu kosmetika. Dalam kegiatan ini juga diikuti dengan sesi diskusi interaktif terkait eksportasi kosmetika.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat terjalin komunikasi intensif antara Badan POM dengan dengan para pelaku usaha kosmetika untuk meningkatkan usaha di bidang kosmetika khususnya pelayanan publik di bidang eksportasi dan importasi kosmetika, serta menggali permasalahan terkait eksportasi kosmetika. Dari diskusi, disampaikan beberapa masukan permasalahan baik yang bersifat teknis maupun non teknis yang dihadapi pelaku usaha eksportir kosmetika. Perlu dilakukan kerjasama lintas pemangku kepentingan untuk mengurai permasalahan eksportasi kosmetika sehingga peningkatan ekspor kosmetika dapat segera diwujudkan.
--- Direktorat Pengawasan Kosmetik ---
