Upaya Tidak Biasa Bersama Lintas Sektor Untuk Lindungi Masyarakat
"Pengembangan obat dan bahan baku obat di Indonesia berjalan cukup lambat. Diperlukan peran aktif pemerintah agar proses pengembangan tersebut dapat berjalan lebih cepat dan optimal. Untuk itu, Badan POM berinisiatif menjembatani kalangan industri dan akademisi dalam mengembangkan ilmu dan pengetahuan yang berguna untuk kepentingan masyarakat". Demikian disampaiakn Kepala Badan POM, Roy Sparringa, usai menandatangani Nota Kesepahaman antara Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan Badan POM di Bandung, 28 Februari 2014.
Penandatanganan Nota Kesepahaman mengenai Pengkajian dan Penerapan Teknologi di Bidang Pengawasan Obat dan Makanan ini dilaksanakan bertepatan dengan penutupan Rapat Kerja Nasional BPPT. Kepala BPPT, Marzan A. Iskandar menyampaikan bahwa ke depan BPPT mempunyai banyak program salah satunya terkait dengan pengembangan obat. Karena itu, penandatanganan kesepakatan bersama ini dapat menjadi awal jalinan kerja sama yang baik antara BPPT dan Badan POM, yang selanjutnya diikuti oleh berbagai kontrak kerja.
Kerja sama tersebut antara lain tentang pengkajian dan penerapan teknologi di bidang pengawasan obat dan makanan; penelitian dan pengembangan bahan obat dan makanan; pengkajian dan optimalisasi sumber hayati lokal untuk obat herbal yang aman, bermanfaat dan bermutu serta terstandar; penelitian dan pengembangan metode baru dalam rangka pengujian obat dan makanan; pemanfaatan sumber daya manusia; serta pertukaran data dan informasi.
"Melalui kerja sama ini, banyak mimpi yang mulai terwujud. Mari kita bekerja dengan upaya yang tidak biasa untuk melindungi masyarakat", tutup Roy A. Sparringa. HM-05
Biro Hukum dan Humas
