Jakarta – Hari ini, Rabu (27/01) dilakukan penyuntikan vaksin CoronaVac tahap kedua di Istana Merdeka, setelah penyuntikan vaksin tahap pertama dilakukan pada Rabu (13/01) lalu. Penyuntikan vaksin dilakukan dua kali dengan jarak 14 hari dengan tujuan vaksinasi pertama mengenalkan vaksin dan kandungan yang ada di dalamnya kepada sistem kekebalan tubuh sedangkan vaksinasi kedua dilakukan setelah 14 hari kemudian bertujuan untuk menguatkan respon imun yang telah terbentuk.
Presiden RI Joko Widodo menjadi orang pertama yang mendapatkan suntikan vaksinasi tahap kedua. Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito juga hadir mendapatkan suntikan vaksin tahap kedua bersama jajaran pejabat negara antara lain Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Kepolisian RI Jenderal Pol. Idham Azis, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan. Selain itu, vaksinasi tahap kedua ini juga diikuti oleh perwakilan dari asosiasi profesi tenaga kesehatan, perwakilan pemuka agama, pedagang pasar, pengusaha, buruh, guru, dan public figure sebagai perwakilan generasi milenial.
“Setelah penyuntikan tahap pertama pada 13 Januari lalu, hari ini saya mendapatkan suntikan vaksin yang kedua. Vaksinasi ini memang baru tahap awal dan pada tahap awal ada manajemen lapangan yang perlu diperbaiki dan disesuaikan dengan kondisi lapangan. Targetnya vaksinasi memang belum tercapai namun sudah terjadi pelonjakan yang cukup tajam pada dua hari terakhir ini. Saya tekankan kembali manajemen lapangan harus baik,” tegas Presiden.
“Diperkirakan pertengahan Februari vaksinasi akan dilakukan untuk TNI/POLRI berbarengan dengan masyarakat. Meskipun nantinya sudah divaksin saya harapkan untuk tetap disiplin dalam menjaga protokol kesehatan yang merupakan kunci kedua setelah vaksinasi.” Pesannya.
Sama seperti sebelumnya, Prof. Dr. dr. Abdul Muthalib menjadi vaksinator untuk Presiden pada vaksinasi tahap kedua ini. Untuk menjawab keraguan masyarakat, Abdul Muthalib menyatakan bahwa vaksin yang digunakan adalah vaksin Sinovac. “Saya tegaskan, bahwa vaksin yang saya suntikkan kepada Bapak Presiden adalah Vaksin Sinovac,” jelasnya.
Bagi masyarakat diharapkan untuk tidak takut divaksin, karena vaksin yang digunakan pemerintah telah mengantongi izin penggunaan dalam kondisi darurat (Emergency Use Authorization/EUA) dari Badan POM dan telah dipastikan bahwa vaksin yang diberikan aman. Aspek keamanan, khasiat dan mutu vaksin dievaluasi mencakup pengawasan mulai dari bahan baku, proses pembuatan hingga produk jadi vaksin sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Mari sukseskan vaksinasi, untuk Indonesia kembali sehat. (HM-Chandra)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
