WHO-GLO GCP Inspection Course oleh BPOM di Indonesia

31-08-2018 Kerjasama dan Humas Dilihat 2947 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Jakarta – BPOM berkomitmen untuk selalu ikut terlibat dan berkontribusi dalam kegiatan regional dan internasional di bidang kesehatan. Dalam ruang lingkup misi World Health Organization (WHO), BPOM ikut terlibat dalam pengembangan standar, penguatan peraturan, dan pengembangan kapasitas. Sejak tahun 2008, BPOM telah menjadi salah satu dari pusat pelatihan WHO untuk Evaluasi Data Uji Klinis, Otorisasi Uji Klinis, dan Inspeksi Cara Uji Klinis yang Baik dalam bidang vaksin.

Bertempat di Hotel Hermitage Jakarta, World Health Organization-Global Learning Opportunity Good Clinical Practices Inspection Course (WHO-GLO GCP Inspection Course) diselenggarakan oleh BPOM. WHO-GLO GCP Inspection Course merupakan salah satu pelatihan dalam program WHO-GLO yang dilakukan di Indonesia. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan inspeksi uji klinik bagi otoritas regulatori dalam rangka evaluasi kepatuhan tim peneliti dan sponsor dalam melaksanakan uji klinik sesuai dengan standar GCP.

Sejak ditunjuk menjadi salah satu learning center WHO-GLO, BPOM sudah melakukan 4 kali pelatihan GCP Inspection Course sebanyak 4 kali yaitu pada tahun 2009, 2010, 2014, dan 2017. Untuk yang kelima kalinya di tahun 2018 ini, pelatihan diselenggarakan selama 5 hari pada tanggal 27-31 Agustus 2018 dan diikuti oleh 14 peserta dari 7 negara yaitu, Indonesia (3 orang), Afrika Selatan (1 orang), Uganda (2 orang), Mesir (1 orang), Malaysia (2 orang), Iran (1 orang), dan Arab Saudi (4 orang). Enam negara diantaranya merupakan negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Fasilitator pelatihan berasal dari BPOM. Direktur Registrasi Obat Togi J. Hutadjulu berperan sebagai Course Director dari pelatihan ini. Salah satu sesi dari pelatihan yaitu peserta diajak langsung menuju salah satu site uji klinik di Rumah Sakit MRCCC Siloam Jakarta.

“BPOM berkomitmen untuk selalu terlibat dalam kegiatan apapun yang dapat memperkuat kapasitas dan kolaborasi di antara otoritas regulator obat untuk meningkatkan sistem kesehatan masyarakat” jelas Kepala BPOM saat penutupan kegiatan ini. “Saya harap anda semua dapat memenuhi tujuan kursus ini dan mendapatkan hasil yang baik. Diharapkan bahwa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama kursus dapat diimplementasikan dalam kegiatan Inspeksi GCP di negara Anda.” pesan Penny K. Lukito kepada para peserta.

Ditunjuknya BPOM untuk menjadi penyelenggara dari pelatihan ini menjadi sebuah pembuktian dan pengakuan internasional bahwa BPOM mampu bertindak sebagai centre of excellence dan menjadi National Regulatory Authority (NRA) yang dipercaya dalam lingkup internasional. (HM-Hendriq)

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana