Workshop dan Pameran Pendukung Industri Kefarmasian ke-2

30-05-2016 Hukmas Dilihat 1896 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Jakarta – Industri Farmasi Indonesia berkembang seiring dengan perkembangan dinamika teknologi produksi, regulasi, dan pertumbuhan pasar yang semakin meningkat. Tantangan dan perkembangan dunia industri kefarmasian nasional tersebut tidak terlepas dari peran industri pendukungnya yang sangat strategis karena merupakan tulang punggung kemajuan industri dari hulu sampai ke hilir.

 

Untuk meningkatkan kapasitas serta kualitas Apoteker dan para pelaku industri Farmasi, maka pada 26-28 Mei 2016 Kagama Farmasi bekerja sama dengan Hisfarin, PP-IAI, dan Himastra menggelar Workshop dan Pameran Pendukung Industri Kefarmasian ke-2. Acara yang dihadiri oleh pelaku industri Farmasi dan Apoteker tersebut bertempat di Gedung Pusat Niaga, Jakarta International Expo, Kemayoran.

 

Badan POM sebagai regulator di bidang kefarmasian turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan membuka booth pameran dan beberapa Pimpinan Badan POM menjadi narasumber workshop yaitu Direktur Penilaian Obat dan Produk Biologi, Nurma Hidayati, Direktur Pengawasan Produksi PT dan PKRT, Togi Hutadjulu, dan Kepala Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN), Ani Sulistyowati.

 

Booth pameran Badan POM yang menampilkan berbagai produk informasi tentang obat, obat tradisional, dan kosmetika antara lain displai produk ilegal, berbagai peraturan, berbagai leaflet dan poster, serta video ramai dikunjungi para peserta workshop. Terlebih lagi karena adanya kuis tentang CPOB, CPOTB, dan CPKB serta peraturan terkait lainnya yang berhadiah berbagai gimmick menarik menambah semarak suasana.  Para pengunjung yang merupakan juga peserta worksop yang terdiri dari kepala pabrik, penanggung jawab QA, QC, dan Produksi obat, obat tradisional, dan kosmetika tak segan-segan bertanya kepada sejawat maupun membaca peraturan untuk dapat menjawab kuis.

 

Kegiatan ini diharapkan dapat menggugah motivasi pemain industri baru dan menyadarkan pemain industri lama untuk terus mengembangkan kompetensi dan kemampuan yang ada terutama potensi dalam negeri untuk menghasilkan produk yang aman, bermanfaat, dan berkualitas serta mampu bersaing di pasar lokal maupun global. (HM-Kendra)

 

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat

 

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana