Workshop Finalisasi Penyusunan Pedoman Strategi Komunikasi

10-10-2013 Pusat Informasi Obat dan Makanan Dilihat 2669 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Pusat Informasi Obat dan Makanan

20131010-Workshop_Finalisasi_Penyusunan_Pedoman_Strategi_Komunikasi.png

 

Badan Pengawas Obat dan Makanan RI bekerjasama dengan The Global Fund baru-baru ini menyelenggarakan “Workshop Finalisasi Penyusunan Pedoman Strategi Komunikasi Program Komunikasi Informasi Edukasi Terkait Obat beserta Pencegahan Keracunannya”. Acara yang berlangsung selama dua hari pada 26-27 September 2013 tersebut merupakan lanjutan workshop awal penyusunan pedoman strategi komunikasi yang dihelat akhir Juli 2013 lalu.

 

Kegiatan bertajuk perkuatan KIE produk obat, termasuk obat AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) termasuk pencegahan keracunannya dihadiri baik dari internal maupun eksternal Badan POM. Mewakili Badan POM sebagai pembicara antara lain Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan Napza, Kepala Biro Hukmas, dan Kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan. Turut hadir perwakilan Kementerian Kesehatan dari Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Binfar), serta Pusat Komunikasi Publik (Puskomlik).

 

Berbagai kalangan terkait baik akademisi, praktisi, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) juga hadir sebagai narasumber antara lain mewakili Prof. Dr. Sri Suryawati selaku pakar farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) dr. Rustamaji, M.Kes, pakar psikologi klinis Universitas Indonesia (UI) Dr. Dharmayati B Utoyo, praktisi kehumasan Fauzi Harmoko, perwakilan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Ida Marlinda, dan perwakilan pengurus Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) DKI Jakarta Ambar Kriswijayanti.

 

Badan POM menilai Pedoman Strategi Komunikasi terkait Obat menjadi amat penting dirumuskan seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini membuka peluang informasi obat yang disusun beberapa tahun lalu dapat menjadi tidak lagi akurat pada kondisi sekarang. Di sisi lain kecenderungan masyarakat untuk melakukan pengobatan sendiri (swamedikasi) kian meningkat dewasa ini seiring dengan meningkatnya masyarakat kelas menengah atas dengan latarbelakang ekonomi dan pendidikan yang tinggi.

 

Formulasi Strakom Melalui Tagline

Strategi komunikasi menjadi sangat penting untuk mengkampanyekan penggunaan obat yang benar. Penggunaan strategi komunikasi secara tepat akan menentukan keberhasilan tujuan komunikasi tersebut yakni perubahan tindakan dan perilaku. Praktisi Kehumasan Fauzi Harmoko menuturkan Badan POM sebagai instansi yang berwenang dalam pengawasan obat memiliki tugas menjadi penggagas untuk memberikan informasi edukasi terhadap kelompok masyarakat yang merasa terpanggil untuk berbagi informasi tersebut. Sosialisasi informasi tentang penggunaan obat harus menjadi kesadaran kolektif yang merupakan tanggungjawab semua pihak demi kesehatan dan keselamatan masyarakat Indonesia. Informasi bisa berawal dari individu,  keluarga, kelompok masyarakat, dan masyarakat umum.

 

Langkah ini adalah sebuah “GERAKAN”, aksi nyata yang konsisten, masif guna menimbulkan perubahan positif dan berpengaruh terhadap masa depan. Penggunaan tagline menjadi salah satu formulasi strategi komunikasi yang diusung Badan POM dalam upaya penyebaran informasi edukasi kepada semua elemen masyarakat. Tujuannya agar masyarakat mudah mengingat dan memahami isi pesan yang disampaikan sehingga dapat diimplementasikan secara berkelanjutan. Pesan umum pada tagline merupakan kelengkapan dari pesan utama program kampanye Badan POM dalam melindungi masyarakat dari produk obat dan makanan ilegal, yang tidak memenuhi syarat keamanan, kemanfaatan dan mutu. “Satu Tindakan Untuk Masa Depan, Baca Label Sebelum Membeli” menjadi tagline utama Badan POM.

 

Namun demikian keberagaman khalayak komunikasi mengharuskan penentuan tagline dengan sub tagline sesuai segmentasi masing-masing. Untuk KIE terkait obat, Badan POM telah memetakan sasaran khalayak komunikasi meliputi masyarakat luas termasuk pasien dan keluarganya, tenaga kesehatan dan asosiasi profesi, instansi terkait pelaksanaan program KIE, pelaku usaha, dan kelompok masyarakat peduli atau pemangku kepentingan lainnya.  

No

Segmen / Target

Pesan Tagline & SubTagline

1.

Masyarakat (termasuk masyarakat dalam lingkup pasien dan keluarganya)

Satu Tindakan Untuk Masa Depan

Baca Informasi Obat pada Kemasan2.

 

Tenaga kesahatan & Asosiasi profesi

Satu Tindakan Untuk Masa Depan

Memberi Informasi Obat adalah Tanggung Jawab Kita

3.

Instansi terkait pelaksanaan program KIE

Satu Tindakan Untuk Masa Depan

Pemberian Informasi Obat Memerlukan Peran Serta Bersama

4.

Kelompok masyarakat peduli, atau pemangku kepentingan lain

Satu Tindakan Untuk Masa Depan

Memberi Informasi Obat adalah Tanggung Jawab Bersama

5.

Pelaku usaha

Satu Tindakan Untuk Masa Depan

Pastikan Lengkap Informasi Obat

 

Pusat Informasi Obat dan Makanan

 

 

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana