Workshop Intelijen: Upaya Mengungkap Kejahatan Obat dan Makanan Ilegal

04-07-2019 Kerjasama dan Humas Dilihat 2023 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Semarang - Sebanyak 30 orang Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Badan POM dari seluruh Indonesia mengikuti Workshop Intelijen Lanjutan di Jakarta Centre For Law Enforcement Cooperation (JCLEC) Semarang pada 24 Juni - 5 Juli 2019. Ini merupakan satu upaya meningkatkan kemampuan PPNS Badan POM dalam mendeteksi kejahatan obat dan makanan yang dapat mengancam kesehatan dan ketahanan bangsa.

Peran intelijen sangat penting untuk mengantisipasi perkembangan modus operandi kejahatan tindak pidana di bidang obat dan makanan yang kian canggih. Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito menekankan sangat pentingnya fungsi intelijen dalam pengawasan obat dan makanan. Kepada peserta, Kepala Badan POM berpesan agar sungguh-sungguh belajar, mengaplikasikan, dan membagikan kepada rekan-rekan PPNS di wilayah kerjanya masing-masing.

Menurutnya permasalahan penegakan hukum di bidang obat dan makanan semakin serius dan menantang ke depan dengan adanya revolusi industri 4.0 berbasis online. Penggunaan teknologi oleh pelaku kejahatan secara terorganisir harus diantisipasi dengan kesiapan petugas Badan POM untuk mengungkap kejahatan dengan dukungan teknologi dan infrastruktur yang juga harus terus dikembangkan.

Untuk itu kemampuan petugas di bidang penindakan yaitu pengamanan, intelijen, dan penyidikan harus terus ditingkatkan dan menjadi prioritas bersama. “Pengembangan sumber daya manusia menjadi prioritas pemerintah termasuk di bidang penegakan hukum. PPNS Badan POM akan kita perkuat dengan regulasi yang ada. Kini kita tengah menunggu RUU Pengawasan Obat dan Makanan yang sedang berproses dan dalam waktu dekat akan ada pembahasan dengan pemerintah. Dalam UU POM ini terdapat perkuatan kewenangan PPNS Badan POM,” jelas Penny K. Lukito saat memberikan arahan kepada peserta workshop di JCLEC (04/07). 

Secara khusus Kepala Badan POM mengucapkan terima kasih kepada JCLEC atas fasilitasi workshop yang diberikan. Kemitraan Badan POM dan JCLEC akan terus diintensifkan tidak hanya dalam intelijen tapi dalam hal lain dalam upaya penegakan hukum. Kemampuan intelijen untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam mengumpulkan informasi harus berada di depan untuk menyelesaikan permasalahan kejahatan secara tuntas sampai ke hulu. “Saya akan menunggu laporan dari para Pimpinan terkait kemajuan penegakan hukum di wilayah masing-masing,” tutupnya. (HM-Fathan)

Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana