Badan POM merupakan Lembaga Pemerintahan Non Kementerian yang bertugas untuk melindungi masyarakat dari Obat dan Makanan yang berisiko terhadap kesehatan. Seiring perkembangannya, saat ini Badan POM memiliki cakupan wilayah pengawasan yang sangat luas. Untuk memfasilitasi hal tersebut, pada tahun 2018 Badan POM dikaruniai Unit Kerja Eselon 1 yang baru, yaitu Kedeputian Bidang Penindakan dengan perpanjangan tangan di Balai Besar/Balai POM maupun Kantor POM yang tersebar di seluruh Indonesia. Walaupun bisa dikatakan sebagai bayi yang baru lahir, Kedeputian Bidang Penindakan diberikan amanah dan tanggung jawab yang sangat kritis, yaitu menggali informasi, mencegah, dan menindaklanjuti adanya dugaan pelanggaran terhadap Norma, Standard, Prosedur dan Kriteria dalam peraturan dan perundang-undangan di Bidang Obat dan Makanan.
Tidak dapat dielakkan pula bahwa selain tugas pokok di atas, Kedeputian Bidang Penindakan sering sekali bersinggungan dengan stakeholder dalam rangka penyampaian informasi mengenai proses maupun hasil penindakan yang telah dilakukan. Oleh karena itu, guna mencegah terjadinya multipersepsi informasi yang disampaikan dirasa perlu suatu peningkatan capacity building untuk membangkitkan kepekaan petugas terhadap risiko yang mungkin akan ditimbulkan dari penyampaian informasi kritis yang menjadi perhatian khalayak ramai.
Untuk memfasilitiasi hal tersebut pada tanggal 21–23 Mei 2019 melalui Direktorat Pengamanan, Kedeputian Bidang Penindakan menyelenggarkan Workshop Komunikasi Risiko Bidang Pencegahan dan Penindakan Kejahatan Obat dan Makanan di Bogor. Workshop ini dibuka oleh Plt. Deputi Bidang Penindakan, Brigjen. Pol. Drs. Rusli Hedyaman dan dihadiri oleh 49 (empat puluh sembilan) peserta yang berasal dari Direktorat Pengamanan, Direktorat Penyidikan Obat dan Makanan, Direktorat Intelijen Obat dan Makanan serta Balai Besar POM di Jakarta.
Adapun narasumber dalam workshop ini ialah Bapak Jonathan Sembiring. Dalam paparannya beliau menyampaikan beberapa hal, yaitu Konsep Dasar Risk Communication, Strategi Komunikasi, Persepsi Risiko dan lain-lain. Berhubung rangkaian kegiatan workshop ini bertepatan dengan bulan suci Ramadhan 1440 H, dalam pelaksanaannya juga disisipkan pembekalan spiritual melalui kegiatan rohani seperti buka puasa bersama, tarawih maupun tausiah dari pemuka agama, dengan mengedepankan tema “Menjadikan Pekerjaan Bernilai Ibadah”
Dengan keikutsertaannya, para peserta diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu yang di dapat terutama dalam pemahamannya terhadap tata cara penyampaian informasi secara tepat, mengendalikan risiko agar tidak terjadi multipersepsi yang membuat kegelisahan di masyarakat maupun kemungkinan risiko yang akan ditimbulkan setelah informasi tersebut disampaikan.
Direktorat Pengamanan
