Workshop Monitoring dan Evaluasi Aksi Nasional Pangan Jajanan Anak Sekolah tahun 2013

23-12-2013 Dit Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan Dilihat 2468 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Dit Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan

Gerakan Aksi nasional Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) telah memasuki tahun ketiga pada tahun 2013. Data nasional menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan persentasi PJAS yang memenuhi persyaratan keamanan pangan, dari 60% pada tahun 2011, menjadi 70% pada akhir tahun 2012. Lebih lanjut pada akhir tahun 2013, ditargetkan persentase PJAS yang memenuhi syarat dapat mencapai 80%.

 

Berbagai program dan kegiatan telah dilaksanakan pada tahun 2013 untuk menuju pencapaian target PJAS memenuhi syarat sebesar 80%. Diperlukan kegiatan monitoring dan evaluasi program PJAS untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan program pada tahun ini.

 

Workshop monitoring dan evaluasi PJAS 2013 diselenggarakan pada tanggal 12-14 Desember 2013, di Jakarta, diikuti oleh 70 peserta dari Badan POM dan Balai Besar/Balai POM seluruh Indonesia. Workshop ini merupakan wadah evaluasi pencapaian target kinerja program PJAS, juga sebagai media diskusi mengenai tantangan pelaksanaan program PJAS secara nasional. Setiap BB/Balai POM menyampaikan presentasi mengenai pelaksanaan program PJAS di wilayah kerja masing-masing, disertai dengan rekomendasi bagi perbaikan pelaksanaan program di tahun yang akan datang. Hadir juga pembicara dari Pusat Promosi Kesehatan, Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Ketahanan Pangan, serta Direktorat Pengolahan dan Penyediaan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informasi. Ketiga pembicara tersebut menyampaikan materi terkait integrasi program PJAS antar kementerian.  Dalam workshop ini, tim ahli dari Institut Pertanian Bogor memaparkan hasil kajian awareness keamanan pangan yang dilakukan oleh 13 BB/Balai POM.

Beberapa rekomendasi yang diperoleh dalam workshop ini adalah pembentukan fasilitator keamanan pangan untuk mendorong kemandirian sekolah, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (kompetensi teknis dan manajemen) dalam pelaksanaan program PJAS, peningkatan sarana dan prasarana program PJAS termasuk metode pelaporan PJAS secara online, serta koordinasitingkatpusat agar keamananpanganmenjadi Indeks Kinerja Kunci (IKK) dalam RPJM Nasional.

 

Kesuksesan Program PJAS ditentukan oleh komitmen pemangku kepentingan, baik Kementerian/ Lembaga di tingkat pusat maupun Pemerintah Daerah. Di lingkup internal Badan POM RI, BB/Balai POM merupakan ujung tombak pelaksanaan program dan kegiatan PJAS. Oleh karena itu, di dalam Wokshop ini ditekankan mengenai pentingnya menggalang kerjasama lintas sektor dalam pelaksanaan program PJAS, baik di tingkat pusat, maupun di tingkat pemerintah daerah. Pelaksanaan program PJAS yang terintegrasi secara lintas sektor dipercaya dapat mempercepat pencapaian target gerakan PJAS secara nasional. Dalam hal pelaporan, diharapkan BB/Balai POM dapat menyusun Laporan Propinsi untuk kegiatan PJAS, yang dapat merangkum hasil pelaksanaan program PJAS lintas sektor secara terpadu.

 

Workshop Monitoring dan Evaluasi PJAS 2013 dimeriahkan oleh acara Pameran dan Lomba PJAS. Lomba yang dilaksanakan meliputi Majalah Dinding, Menyanyi Jingle POMPI, dan Mewarnai Gambar, yang diikuti oleh yang diikuti oleh 100 Sekolah Dasar di Jakarta. Juga dilakukan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba Menulis Cerita Anak dan Slogan PJAS yang telah dilaksanakan secara nasional pada tahun 2013.

 

 

Direktorat Surveilan dan Peyuluhan Keamanan Pangan

 

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana