Workshop Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi Badan POM Tahun 2009

02-11-2009 Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan Dilihat 2290 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Workshop TIK 2009 - Optimalisasi Sistem Pelayanan Publik Online

Menuju Reformasi Birokrasi

Bertempat di Purwakarta, Jawa Barat telah dilakukan Workshop Nasional TIK Badan POM 2009, yang berlangsung tanggal 28 s/d 31 Oktober 2009. Ketua Panita Workshop, Kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan, Drs. Sukiman Said Umar, Apt menjelaskan maksud dari tema “Optimalisasi Sistem Pelayanan Publik Online Menuju Reformasi Birokrasi” yaitu menggambarkan pentingnya Pelayanan Publik yang dilakukan secara elektronik online sejalan dengan cita-cita perubahan dalam Birokrasi Badan POM, yang telah dan sedang dilakukan. Selain itu dilaporkan juga format workshop yang dikemas dalam bentuk presentasi dan diskusi kelompok, yang dititik beratkan pada masalah TIK yang terkait dengan Pelayanan Publik, termasuk masalah TIK internal di Badan POM seperti sistem informasi terintegrasi dan sistem pelaporan Balai – Pusat.

Workshop Nasional TIK dibuka secara resmi oleh Kepala Badan POM, Dr. Husniah Rubiana Thamrin Akib, MS, MKes, SpFK. Pada sambutannya Ibu Kepala Badan POM menekankan bahwa upaya reformasi birokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan yang baik perlu dukungan TIK sehingga e-government dapat cepat tercapai. Sistem TIK Badan POM harus mampu memenuhi kebutuhan informasi tentang pengawasan Obat dan Makanan baik untuk pemangku kepentingan, dan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan pengambilan keputusan. Pembukaan tersebut ditandai dengan penekanan tombol virtual oleh Kepala Badan POM yang dikemas dalam film singkat durasi 3 menit yaitu perjalanan Sistem Informasi sebagai bentuk layanan publik Badan POM.

Workshop dimulai dengan Penjelasan Kebijakan TIK Terintegrasi di Lingkungan Badan POM sesuai Keputusan Kepala Badan POM Nomor HK.00.06.74.3496 Tahun 2009, yang dipresentasikan oleh Plh. Sestama Badan POM, Ibu Dra. Lucky S. Slamet, MSc. Kebijakan TIK yang diterbitkan tanggal 16 September 2009 tersebut dimaksudkan untuk tujuan menuju tata kelola TIK yang efektif dan efisien untuk mendukung tercapainya tujuan pengawasan Obat dan Makanan.

Dilanjutkan dengan materi Peranan ICT untuk Pengawasan Obat dan Makanan oleh bapak Snataka Pribadi, PT Telkom Indonesia yang menekankan Keberhasilan ICT dimulai dari Komitmen atasan dan memaparkan beberapa point ICT dapat berhasil dengan cara penggunaan yang “dipaksa”. Delanjutnya Dr. Arry Yanuar, dosen FMIPA UI menjelaskan Integrasi Data dan Sistem Keamanannya. Drs. Ismail Cawidu dari Depkominfo, membawakan Pengembangan Inisiasi Penguatan Badan Publik dalam Pemenuhan Hak atas Informasi secara jelas dan mengingatkan bahwa dimulai 1 Mei 2010 akan dilaksanakan UU no 14 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Selanjutnya Ir Kemal Prihatman. MEng dari Kementrian Ristek menjelaskan Migrasi OSS di Instansi Pemerintahan. IGOS utamanya merupakan gerakan wajib menggunakan piranti lunak buatan dalam negeri, yang dapat digunakan oleh masyarakat secara terjangkau. Semua instansi pemerintah wajib menggunakan OSS batas waktu paling lama 31 Desember 2011. Selanjutnya Dr. Inggriani Liem, dosen ITB sekaligus Direktur DEL menjelaskan secara lugas dan menarik presentasi dengan judul Keberhasilan Program Aplikasi. Keberhasilan harus ada indikator yaitu berdasarkan Service Level Agreement (SLA) dan memenuhi kebutuhan kualitas yang minimum. Selain itu faktor pendukung keberhasilan antara lain adanya dukungan dari SDM dan pimpinan BPOM serta adanya manajemen perubahan. Yang menjadi faktor penghambat adalah tidak tersedianya data, resistensi pengguna dan pendanaan. Sistem Informasi Layanan Publik Badan POM dan Aplikasi Sistem Informasi Eksekutif (SIE) dibawakan oleh Bapak Drs. Sukiman Said Umar, Apt.

Pusat Informasi Obat dan Makanan

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana