Bandung, kota kembang, menjadi tempat perhelatan Workshop Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Badan POM 2010 yang diselenggarakan sejak 26 – 29 Oktober 2010. Workshop yang mengusung tema ”Sistem Informasi Elektronik
mendukung percepatan Reformasi Birokrasi Badan POM” dihadiri oleh seluruh Direktur Pengawasan, Direktur Inspeksi dan
Sertifikasi, Kepala Biro, Kepala Pusat di Lingkungan Badan POM dan Kepala Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia
beserta pejabat strukturalnya yang menangani terkait Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Kepala Badan POM RI, Ibu Kustantinah, Apt, MAppSc dalam sambutannya mengatakan di tahun 2011 beberapa sistem elektronik
akan dilaksanakan antara lain e-registration utamanya notifikasi kosmetik, e-procurement, e-complaint, e-payment,
Office Otomation hal ini membutuhkan sistem TIK yang tangguh agar mampu menjadi supporting bagi pencapaian hasil dan sasaran.
Workshop TIK tahun 2010 merupakan penjabaran dari Rakonreg Barat di Danau Toba – Sumut yang dilaksanakan tanggal 12-15 April 2010 dan
Rakonreg Timur di Batu Malang 3-6 Mei 2010, yang secara tegas meminta unit terkait agar menyusun garis besar rencana tindak
pengawasan Obat dan Makanan yang efektif melalui Sistem Informasi Pelaporan Terpadu (SIPT).
Selanjutnya Ibu Sestama Badan POM, dr. Hayatie Amal, MPH menjelaskan Kebijakan TIK dalam mewujudkan e-government
dibutuhkan beberapa startegi pencapaian dan salah satunya adalah continues improvement. Beberapa elemen HW/S,
Infrastruktrur Teknologi, Aplikasi, Sistem Operasi dan Sumber Daya Manusia merupakan faktor utama yang bertujuan
untuk menggerakan fungsi sistem teknologi informasi yang terintegrasi secara on-line dan up to date dalam sistem pengawasan Obat dan Makanan.
Pengembangan SIPT mendukung Layanan Publik Badan POM yang Optimal dan Mensukseskan Reformasi Birokrasi
Pusat Informasi Obat dan Makanan