Workshop on Consumer Engagements on Food Safety Network

07-08-2015 Dit Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan Dilihat 1675 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Pada tanggal 4-5 Agustus 2015 telah dilaksanakan Workshop on Consumer Engagements on Food Safety Network di Hotel Ambhara, Jakarta.  Acara tersebut diselenggarakan atas kerjasama Badan POM (c.q Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan), ASEAN Secretariat dan ASEAN Regional Integration Support from the EU (ARISE). Workshop tersebut merupakan bagian dari program Consumer Participation and Empowerment yang menjadi salah satu fokus area ASEAN Food Safety Improvement Plan (AFSIP) pada ASEAN Expert Group on Food Safety (AEGFS).  Indonesia ditunjuk menjadi lead project untuk fokus area tersebut. Workshop tersebut dihadiri oleh  AEGFS Focal Point dari 9 Negara ASEAN Member States (AMS) yaitu Brunei Darussalam, Cambodia, Filipina, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Thailand, dan Viet Nam.  Singapura tidak hadir pada workshop tersebut.  Workshop tersebut bertujuan untuk diseminasi sekaligus persamaan persepsi Guidelines for Consumer Participation and Empowerment  diantara negara ASEAN.

 

Workshop dibuka oleh Direktur Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan, Drs. Halim Nababan, MM.   Selanjutnya diikuti dengan presentasi oleh Mr. Rajinder Raj Singh dari ARISE dan Mrs. Jintana Sriwongsa dari ASEAN Secretariat mengenai progres program Consumer Participation and Empowerment. Acara dilanjutkan dengan presentasi oleh konsultan yang ditunjuk ARISE yaitu Dr. Yadi Haryadi.  Beliau menjelaskan guidelines, instrument dan outline report yang akan digunakan oleh ASEAN Member States untuk analisis situasi program Consumer Participation and Empowerment  di Sekolah Dasar pada negaranya masing-masing.  Analisis situasi akan memberikan potret program keamanan pangan di Sekolah Dasar pada masing-masing negara ASEAN.  Berdasarkan potret tersebut, akan dihasilkan rekomendasi pengembangan program Consumer Participation and Empowerment di Sekolah Dasar untuk level negara sekaligus level regional ASEAN.

 

Pada pertemuan tersebut telah disepakati bahwa setiap negara yang hadir, selain Thailand, akan melakukan pilot project untuk melakukan survey di Sekolah Dasar dengan cakupan jumlah sampel sesuai  kemampuan anggaran masing-masing negara. Thailand akan membuat laporan survey berdasarkan studi yang pernah dilakukan sebelumnya. Progres kegiatan tersebut akan dipresentasikan oleh masing-masing negara pada 12th AEGFS Meeting tanggal 20 – 22 Oktober 2015 di Yogyakarta.

 

Penulis  :  Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana